Kasus Covid-19 Melonjak, Baru Separuh Posko Terbentuk

- Kamis, 17 Juni 2021 | 10:36 WIB
Kasus covid-19. (pikiran-rakyat)
Kasus covid-19. (pikiran-rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pos komando Covid-19 tingkat desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam mengendalikan penyebaran kasus Covid-19 pada tingkat mikro di skala rukun tetangga (RT).

Namun hingga kini belum semua desa/kelurahan di Indonesia membentuk posko, baru separuh lebih sedikit.

Dari data Kementerian Dalam Negeri dari kurang lebih 76 ribu desa/kelurahan di Indonesia, tercatat 39 ribu desa di antaranya sudah membentuk posko tingkat desa/kelurahan atau baru separuh lebih sedikit (50,63 persen).

Baca Juga: DKI Jakarta Gelar Vaksinasi untuk Warga 18 Tahun ke Atas, Masyarakat Jangan Ragu

Kemendagri meminta seluruh posko diaktifkan guna mendukung program pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

“Berdasarkan data sementara, terdapat posko-posko aktif, dan di beberapa tempat masih ada yang belum [berjalan]. Ke depan kita akan update terus, baik jumlah posko maupun aktivitasnya. Kita harapkan ini dapat menjadi bantuan terdepan bagi kita,” kataPlh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro di Jakarta pada Rabu, 16 Juni 2021.

Melalui Inmendagari, Pemerintah mendorong desa/kelurahan pembentukan pos komando tingkat desa dan kelurahan bagi wilayah yang belum membentuk posko.

Baca Juga: Bangun dan Siapkan SDM Unggul, Presiden Nantikan Kontribusi Semua Pihak

Sedangkan terhadap wilayah yang telah membentuk posko, diminta agar lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya serta memastikan pelaksanaan pengendalian pada tingkat mikro di skala rukun tetangga (RT).

Lewat posko di tingkat desa/kelurahan pula diharapkan pembatasan kegiatan masyarakat menjadi lebih terkendali. Model pengendalian ini dinilai cukup efektif dalam penularan kasus positif secara aktif.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X