Pemerintah Buka Formasi Khusus CPNS, Siapa Saja

- Kamis, 17 Juni 2021 | 10:15 WIB
Tes CPNS. (pikiran rakyat) (Murdityat Moko)
Tes CPNS. (pikiran rakyat) (Murdityat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tahun ini, Pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus.

Formasi khusus dialokasikan bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (Cumlaude), penyandang disabilitas, diaspora, dan putra/putri Papua dan Papua Barat.

Plt Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo mengatakan untuk pelamar formasi cumlaude, wajib memiliki jenjang pendidikan minimal sarjana, tidak termasuk Diploma IV (D4).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, DPR Menilai Kebijakan Pemerintah Belum Efektif

Tahun lalu, kata dia, masih terdapat banyak kesalahan yang mengalokasikan formasi ini untuk D4.

Formasi khusus penyandang disabilitas, kata Katmoko bisa melamar di formasi umum atau formasi khusus lainnya selain formasi penyandang disabilitas.

“Diberikan kesempatan seluas-luasnya apabila memang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan sesuai dengan persyaratan jabatan,” katanya.

Baca Juga: BOR 43 Daerah di Atas 70 Persen, Airlangga: Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Akan Ditingkatkan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB menyampaikan, per tanggal 13 Juni 2021 telah ditetapkan kebutuhan CASN 707.622.

Formasi paling besar diperuntukkan bagi PPPK Guru sejumlah 531.076, PPPK nonguru 20.960 dan CPNS sebanyak 80.961.

Tahun ini karena rekrutmen CPNS, PPPK JF, dan PPPK Guru dilaksanakan bersamaan, sehingga potensi jumlah pendaftarnya cukup besar.

Oleh karena itu, calon pelamar diwajibkan hanya bisa mendaftar pada satu instansi, satu jenis kebutuhan, dan satu jabatan pada tahun anggaran yang sama.

“Jadi para peserta harus mempertimbangkan baik-baik sejak awal apa yang ingin dia lamar, karena pada prinsipnya tidak bisa lagi menggantinya ketika sudah menetapkan pelamaran pada suatu tempat,” tegasnya.

Di tahun 2021, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti oleh instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah.

“Khusus untuk Permen-PANRB No 28 sifatnya adalah berlaku tahun ini, tahun 2021. Sementara Permen-PANRB No 27 dan 29 diharapkan bisa multiyear,” kata Katmoko.

Batas Usia

Seleksi CPNS dipersyaratkan bagi WNI dengan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar.

Namun, ada beberapa Jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran, seperti Dokter dan Dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dosen, Peneliti dan Perekasaya, dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor).

Rekrutmen CPNS terdiri dari tiga tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS yang keduanya akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai dari Kepala BKN, maka akan diberikan sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya.

“Demikian juga yang sudah melamar dan lulus tahun lalu namun mengundurkan diri, maka yang bersangkutan tidak bisa melamar di tahun ini,” tegasnya.

Selanjutnya, terkait PermenPANRB No 29/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional. Aturan ini berlaku untuk semua JF, kecuali untuk JF Guru di daerah.

Ketentuan umum untuk melamar pada seleksi PPPK JF adalah WNI dengan usia minimal  20 tahun dan maksimal satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar.

Calon pelamar harus memiliki pengalaman tiga tahun di bidang kerja yang relevan dengan Jabatan Fungsional yang dilamar.

Berbeda dengan seleksi CPNS, pada seleksi PPPK JF, penyandang disabilitas  tidak disediakan formasi khusus.

Calon pelamar yang merupakan penyandang disabilitas dapat mendaftar pada seluruh formasi yang tersedia.

Pelamaran seleksi PPPK JF akan dilakukan secara daring melalui SSCASN dan disertai dengan proses pengunggahan dokumen persyaratan secara elektronik.

Dalam seleksi PPPK JF hanya terdapat dua tahapan, yaitu seleksi administrasi dan seleksi kompetensi.

Seleksi kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian Kompetensi Manajerial, Kompetensi Teknis, dan Kompetensi Sosial Kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

Masih dalam rangkaian yang sama,  dilanjutkan dengan wawancara dengan metode CAT.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X