Pelibatan TNI-Polri dalam Pengendalian Covid-19 Agar Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

- Kamis, 17 Juni 2021 | 11:00 WIB
Selain personel Polres Tegal Kota, prajurit TNI dari Kodim 0712/Tegal yang bertugas di Kota Tegal, juga dilakukan tes swab antigen, yang digelar di Mapolres Tegal Kota. (suaramerdeka.com/Riyono Toepra)
Selain personel Polres Tegal Kota, prajurit TNI dari Kodim 0712/Tegal yang bertugas di Kota Tegal, juga dilakukan tes swab antigen, yang digelar di Mapolres Tegal Kota. (suaramerdeka.com/Riyono Toepra)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menuturkan, kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19 bukan untuk menakuti rakyat.

Tetapi upaya ini dalam rangka membantu masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Biasanya lanjut Said, kepatuhan masyarakat akan terbentuk dengan sendirinya jika melihat aparat penegak hukum lengkap dengan seragamnya.

Bahkan masyarakat akan berpikir dua kali melanggar protokol kesehatan jika berhadapan dengan aparat. Menurutnya, pola seperti ini secara perlahan akan membantu membentuk tingkat kesadaran masyarakat secara natural.

Baca Juga: BOR 43 Daerah di Atas 70 Persen, Airlangga: Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Akan Ditingkatkan

"Hal ini menunjukan keseriusan pemerintah. Jadi saya usulkan, turunkan semua APH di semua wilayah. Nah, baru akan terlihat efektifitas penanganan Covid-19 ini," jelas politisi F-PDI Perjuangan ini.

Said melanjutkan, konsistensi aparat penegak hukum dalam mendisplinkan masyarakat sangat diperlukan di lapangan. Supaya masyarakat tunduk pada prokes yang disyaratkan pemerintah.

"Tanpa pelibatan APH, maka jangan pernah bermimpi kasus Covid-19 ini bisa melandai. Mau PPKM atau apapun namanya tanpa melibatkan APH maka tidak akan pernah efektif kebijakan pemerintah ini,” terangnya.

Baca Juga: DKI Jakarta Gelar Vaksinasi untuk Warga 18 Tahun ke Atas, Masyarakat Jangan Ragu

Anggota Komisi XI DPR RI itu melanjutkan pelibatan APH ini sangat urgent, lantaran bangsa ini berada dalam posisi darurat Covid-19.

Dengan demikian, pola penangangan Covid-19 ini tidak bisa setengah hati. Untuk itu, kebijakan penangangannya pun harus extraordinary.

“Kalau kita melihat tren penyebaran Covid-19 terus tinggi. Ini sudah fakta, dari 3.000, lalu naik ke 4.000 dan sekarang sudah mencapai 10.000 per hari. Saya kira ada yang kurang beres dari policy pemerintah. Saya usul tegakkan prokes secara ketat. Ini kata kuncinya," tandas legislator dapil Jawa Timur XI itu

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peringati HSN, Ini Bunyi Ikrar Santri Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Simak Filosofi Tema dan Logo Hari Santri Nasional 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:28 WIB
X