Kasus Covid-19 Melonjak, DPR Menilai Kebijakan Pemerintah Belum Efektif

- Kamis, 17 Juni 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi Corona
Ilustrasi Corona

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lonjakan kasus baru Covid-19 di sejumlah daerah disorot Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.

Dia menilai, kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 belum efektif seiring tingginya angka kasus Covid-19.

Said mengaku miris dengan angka penyebaran Covid-19 yang kecenderungannya bertambah. Pertambahan angka Covid tertinggi terjadi di daerah DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Jika tidak serius memerangi Covid-19 ini, dampaknya di tiga daerah itu, sangat signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Delapan Daerah Jawa Tengah Masuk Zona Merah, Ganjar Minta Kepala Daerah Kompak

Hal ini beralasan mengingat ketiga daerah itu berkontribusi besar sebagai penyumbang 39 persen Produk Domestik Bruto (PDB). “Masalah Covid-19 ini sangat serius, dan kondisi kita saat ini, darurat," imbuhnya.

Karena itu, Said meminta pemerintah menurunkan Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari TNI maupun Polri untuk memastikan masyarakat taat akan protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, hal ini sesuai dengan rekomendasi Banggar DPR RI yang sedari awal mengusulkan agar penangangan Covid-19 ini tidak cukup mengandalkan kesadaran masyarakat saja, tetapi juga melibatkan APH.

Baca Juga: Emas Berjangka Berbalik Naik Usai 3 Hari Menurun

“Yang dibutuhkan saat ini adalah, bagaimana penanganan Covid-19 ini agar tuntas. Maka sepenuhnya harus melibatkan aparat penegak hukum," ujar Said seperti dilansir dari laman resmi DPR.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X