Covid-19 Varian Delta Punya 2 Dampak, Ini Penjelasan Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM

- Kamis, 17 Juni 2021 | 07:30 WIB
Covid-19. (pixabay)
Covid-19. (pixabay)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Covid-19 varian B. 1617.2 atau delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan memengaruhi sistem imun manusia.

Varian delta telah terbukti menimbulkan dua dampak yaitu lebih cepat menular dan mampu memengaruhi respons sistem imun manusia.

Baca Juga: Satu RT di Desa Sambong Micro Lockdown, 45 Warga Positif Covid-19

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D menuturkan, transmisi yang begitu cepat telah terlihat pada kasus di India dan Kudus

“Varian delta ini bisa menurunkan respons sistem imun kita terhadap infeksi Covid-19, baik respons imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin,” urainya, dilansir dari laman resmi UGM.

Perlu diketahui varian delta telah merebak di Kudus berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM yang keluar pada 11 Juni lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan, Ada Potensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Dari 34 sampel yang diperiksa, kata dr Gunadi, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Dari kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.

“Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,”paparnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X