Gelar Pameran Berdurasi Tiga Jam

Red
- Kamis, 17 Juni 2021 | 01:31 WIB
SM/Ryan Rachman : PAMERAN LUKISAN: Pameran lukisan karya pelukis Komunitas Wongso Art di objek wisata Purbasari Pancuranmas Purbayasa Purbalingga, akhir bulan lalu. (70)
SM/Ryan Rachman : PAMERAN LUKISAN: Pameran lukisan karya pelukis Komunitas Wongso Art di objek wisata Purbasari Pancuranmas Purbayasa Purbalingga, akhir bulan lalu. (70)

Sejak menjelang Lebaran lalu, 240 lukisan karya pelukis Purbalingga dan sekitarnya terpajang di objek wisata Purbasari Pancuranmas Purbalingga. Lukisan itu karya para pelukis yang tergabung dalam Komunitas Wongso Art.

PARA pengunjung yang melintas tampak antusias untuk mengamati satu per satu lukisan itu. Ada pula yang kepincut salah satu lukisan, lalu membelinya untuk buah tangan.

”Meski di tengah pandemi, kami harus tetap berkarya. Tidak boleh berhenti,” kata pelukis Wongso Art, Budi ”Busyet” Setiawan. Selain berkarya di rumah, para pelukis dari lima kabupaten yang tergabung dalam komunitas ini juga tetap rutin melukis on the spot di sejumlah lokasi.

Sejumlah pameran tingkat lokal hingga nasional pun diikuti. ”Kami masih keliling dari spot satu ke spot lain untuk melukis.

Tentu saja kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Jaga jarak, mengenakan masker, dan sering membersihkan tangan,” kata Budi.

Hal yang sama dilakukan oleh Komunitas Blarak. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan mereka untuk mengaktualisasikan diri dalam berkarya.

Pada Maret lalu 40 karya mereka dipamerkan di lobi Hotel Grand Braling Purbalingga. ”Karya ini merupakan hasil kreasi pelukis Purbalingga saat pandemi melanda.

Di tengah pandemi mereka malah produktif melukis,” kata Koordinator Komunitas Blarak Agus Winarto, yang juga penggagas pameran tersebut. Pameran ini bisa menjadi wahana untuk menjaga semangat berkarya para pelukis Purbalingga.

Laih halnya dengan pelukis Chune Yulianto alias Ebeg Mayong. Secara mandiri dia menggelar pameran lukisan bertepatan dengan ulang tahun ke-62 Sanggar Bambu Yogyakarya di Big Boss Cafe & Kitchen Purbalingga, awal April lalu.

Uniknya pameran yang diawali penampilan dalang Jemblung dan lukis on the spot itu hanya berlangsung tiga jam. ”Ini sengaja. Karena selain harus berbeda dalam karya, pelukis juga harus menampilkan sisi unik yang lain. Misalnya, durasi pameran, apalagi sekarang sedang pandemi,” kata pria yang menyebut diri sebagai Presiden Pelukis Purbalingga ini.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X