PPN Sembako Jalan Pintas Cari Tambahan Penerimaan Negara

- Rabu, 16 Juni 2021 | 17:28 WIB
ekonom INDEF Enny Sri Hartati di Media Center MPR RI, Senayan (suaramerdeka.com/dok)
ekonom INDEF Enny Sri Hartati di Media Center MPR RI, Senayan (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah perubahan yang tercantum dalam draf revisi Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), dinilai bukan tanda-tanda kebangkrutan ekonomi. Melainkan kebangkrutan inisiatif, inovasi dan kebangkrutan pemerintah dalam mencari cara solusi yang tepat.

"Padahal, pemerintah sudah diberi jimat, kekebalan dan keleluasaan penuh oleh DPR. Namun hal itu justru membuat pemerintah tidak bisa berpikir kreatif dalam meningkatkan penerimaan," kata ekonom INDEF Enny Sri Hartati di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertema 'Pendapatan Negara dan Keadilan Sosial.' Menurutnya, keleluasaan yang diterima justru membuat langkah pemerintah mentok.

Baca Juga: Jadi Runner Up Jawa Tengah, Perpustakaan Magelang Siap Jadi Lebih Baik

"Berbagai macam diskresi yang ada dalam UU Nomor 2 Tahun 2020, tidak efektif dalam menyelesaikan persoalan. Pemerintah juga telah melakukan border sharing dengan Bank Indonesia, " ujarnya.

Selain itu, Indonesia telah mendapat tambahan untuk biaya kerentanan sektor keuangan sebesar Rp 400 triliun. Lalu, pemerinyah terus menerus menerima tekanan dari sektor penerimaan pajak.

"Maka, penerapan PPN untuk barang kebutuhan pokok menjadi jalan pintas jangka pendek. Karena, barang pokok dikonsumsi oleh masyarakat dan pasti akan ada tambahan penerimaan negara yang sifatnya langsung," ujarnya.

Baca Juga: Terkait Rencana PPN Sektor Pendidikan, Agustina Wilujeng: Pendidikan itu Belanja Negara, Bukan Pendapatan

Sedangkan Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menilai, respon Kementerian Keuangan saat menyikapi isu PPN sembako dinilai aneh. Karena mereka justru mempersoalkan mengapa draf bisa bocor, padahal belum disampaikan secara resmi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X