Penutupan PKM PTKIN Se-Sumatera, Kemenag Gelorakan Semangat Stephen Akhwari

- Rabu, 16 Juni 2021 | 15:57 WIB
Pekan Kreasi Mahasiswa PTKIN se-Sumatera. SM/Dok
Pekan Kreasi Mahasiswa PTKIN se-Sumatera. SM/Dok

PADANG, suaramerdeka.com - Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Ruchman Basori mewakili Kemenag RI menggelorakan semangat John Stephen Akhwari.

Yakni, atlet lari terkenal berkat perjuangan ”heroik”-nya pada Olimpiade 1968 di Meksiko.

"Pelari maraton asal Tanzania ini bukanlah peraih medali pada Olimpiade 1968 itu. Akan tetapi, semua wartawan mewawancarai dia padahal dia menjadi atlet terakhir yang mencapai garis finis lari maraton pada olimpiade itu," ungkap Ruchman, saat penutupan Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Sumatera di UIN Imam Bonjol, kemarin.

Baca Juga: Isu Hoaks Buat UMKM Sulit Berkembang

Akhwari yang lahir dan dibesarkan di Tanzania, adalah salah satu peserta lari maraton 42,195 kilometer. Medan lari yang berada di ketinggian, membuat dia mengalami kram sehingga pada kilometer ke-19, dia tertubruk sejumlah pelari.

Akhwari, yang lahir tahun 1938, tak ayal lagi jatuh dengan sendi lutut tergeser dan bahu yang sakit.

"Akan tetapi, ia tidak menyerah. Setelah beberapa saat mengatasi rasa sakitnya, dia meneruskan lomba dengan lutut dibalut kain," jelas Ruchman.

Baca Juga: UIN Walisongo Jadi Lokasi Vaksinasi Covid 19 Wilayah Semarang Barat

Pemenang maraton itu adalah pelari Etiopia, Mamo Wolde, dengan waktu 2 jam, 20 menit, 26 detik. Akan tetapi, Akhwari mencuri perhatian para wartawan.

Ketika ditanya mengapa dia ngotot meneruskan lari meski kondisi fisiknya tidak memungkinkan, dan pemenang lomba sudah akan dihadiahi medali.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X