Menag Keluarkan SE 13 Tahun 2021, Kegiatan Ibadah Keagamaan di Zona Merah Sementara Dihentikan

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 15:48 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan aturan baru terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Melalui Surat Edaran (SE) 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat, dijelaskan bahwa akan ada kegiatan keagamaan di rumah ibadah yang akan dihentikan sementara waktu karena Covid-19.

Adapun kegiatan keagamaan yang dihentikan di rumah-rumah ibadah akan diberlakukan di daerah zona merah dan oranye Covid-19.

Baca Juga: Signal Bahaya, Ruang Isolasi RSUD Rembang Tersisa 3 Persen

Dalam situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), ketentuan poin 3 adalah hal yang mengatur kebijakan ini dengan bunyi:

"Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serba guna di lingkungan rumah ibadat dihentikan sementara.

"Di daerah zona merah dan oranye sampai dengan kondisi memungkinkan," tutur aturan tersebut.

Sedangkan untuk daerah yang aman dari Covid-19 masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah.

Baca Juga: Covid 19-Varian Delta Sangat Menular, Satgas IDI Beri Penjelasan

Asalkan warga lingkungan setempat bisa tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.l Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah," kata aturan tersebut lagi.

Pemantauan dari aktivitas pembatasan kegiatan keagamaan ini akan dilakukan secara berjenjang

Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X