Pakar UGM Ungkap Bahaya Varian Delta Covid-19 di Kudus

- Rabu, 16 Juni 2021 | 08:36 WIB
Covid-19. (pixabay)
Covid-19. (pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kementerian Kesehatan menyatakan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengeluarkan hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) menyusul terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah setelah libur Idul Fitri.

Beberapa temuan pakar UGM itu sangat mengejutkan di antaranya varian Delta menyebar lebih cepat dan mampu memperlemah kekebalan tubuh, terutama pada pasien usia lebih tua.

Semakin tua pasien Covid-19, maka varian Delta ini akan memperburuk kekebalan tubuh pasien tersebut. Varian Delta juga mampu me-reinfeksi pasien Covid-19.

Baca Juga: Proyek Pelebaran Jalan Sragen-Ngawi Berjalan Lancar, Faktor Cuaca Mendukung

Ketua Tim Peneliti WGS SARS-CoV-2 FK-KMK UGM dr Gunadi PhD, SpBA mengatakan varian Delta terbukti meningkat setelah adanya transmisi antarmanusia di populasi di India dan di Kudus.

Data ini memperkuat hipotesis para peneliti bahwa peningkatan kasus di Kudus tersebut adalah karena adanya varian Delta.

Dalam penelitian tersebut ditemukan 28 dari 34 atau sekitar 82 persen merupakan varian Delta (B.1.617) dari Covid-19.

''UGM ditunjuk karena lokasinya dekat dengan Kudus dan UGM juga memiliki kapasitas untuk melakukan uji WGS. Dari 70 spesimen yang diuji, 37 sampel dikirim ke UGM sementara sisanya dikirim ke Salatiga. Dari total 37 sampel, 34 sampel telah keluar hasilnya dan yang tidak keluar hasilnya ada 3,'' kata dr Gunadi.

Baca Juga: Kendalikan Tembakau di Indonesia, Sejumlah Akademisi Membentuk AAKPT

Gunadi menambahkan dari The Lancet, diketahui kondisi lebih buruk lagi di mana varian Delta ini bisa menginfeksi kembali pasien Covid-19 dan makin memperlemah kekebalan tubuh pasien.

Padahal seharusnya apabila sudah terinfeksi Covid-19 pasien mendapatkan antibodi secara alami, namun tidak demikian.

Yang mengkhawatirkan, varian Delta ini bisa menurunkan kekebalan tubuh seseorang dengan usia yang lebih tua meskipun yang bersangkutan sudah divaksinasi dua dosis.

''Dalam hal ini bisa dikatakan pemerintah sudah tepat menyasar target vaksinasi bagi golongan lanjut usia karena mereka kelompok yang rentan apabila tertular Covid-19 apalagi varian Delta,'' lanjut Gunadi.

Baca Juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 6.407 Orang, Jateng Sumbang 890 Kasus

Penelitian tim peneliti FK-KMK UGM dilakukan selama satu minggu dengan metode berupa penerimaan viral transfer material (VTM) yang diekstraksi secepatnya oleh tim untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, khususnya dalam mengetahui sejauh mana varian Delta bertransmisi di Kudus.

Menurut Gunadi, faktor utama yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus karena adanya interaksi sosial yang masif dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur Idul Fitri yang diperburuk dengan adanya varian virus baru yang lebih cepat penyebarannya.

''Makin tinggi interaksi sosial yang terjadi, maka peluang terjadinya lonjakan kasus makin tinggi. Hipotesisnya adalah varian Delta sudah bertransmisi secara lokal di daerah Kudus karena masif.”

“Bukan tidak mungkin transmisi lokal varian Delta sudah terjadi di daerah lain di Indonesia, hanya kita belum mendeteksi saja,'' kata Gunadi.

“Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,”katanya.

Gunadi mengatakan varian delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan memengaruhi sistem imun manusia.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X