Pakar UGM Ungkap Bahaya Varian Delta Covid-19 di Kudus

- Rabu, 16 Juni 2021 | 08:36 WIB
Covid-19. (pixabay)
Covid-19. (pixabay)

Padahal seharusnya apabila sudah terinfeksi Covid-19 pasien mendapatkan antibodi secara alami, namun tidak demikian.

Yang mengkhawatirkan, varian Delta ini bisa menurunkan kekebalan tubuh seseorang dengan usia yang lebih tua meskipun yang bersangkutan sudah divaksinasi dua dosis.

''Dalam hal ini bisa dikatakan pemerintah sudah tepat menyasar target vaksinasi bagi golongan lanjut usia karena mereka kelompok yang rentan apabila tertular Covid-19 apalagi varian Delta,'' lanjut Gunadi.

Baca Juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 6.407 Orang, Jateng Sumbang 890 Kasus

Penelitian tim peneliti FK-KMK UGM dilakukan selama satu minggu dengan metode berupa penerimaan viral transfer material (VTM) yang diekstraksi secepatnya oleh tim untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, khususnya dalam mengetahui sejauh mana varian Delta bertransmisi di Kudus.

Menurut Gunadi, faktor utama yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus karena adanya interaksi sosial yang masif dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur Idul Fitri yang diperburuk dengan adanya varian virus baru yang lebih cepat penyebarannya.

''Makin tinggi interaksi sosial yang terjadi, maka peluang terjadinya lonjakan kasus makin tinggi. Hipotesisnya adalah varian Delta sudah bertransmisi secara lokal di daerah Kudus karena masif.”

“Bukan tidak mungkin transmisi lokal varian Delta sudah terjadi di daerah lain di Indonesia, hanya kita belum mendeteksi saja,'' kata Gunadi.

“Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,”katanya.

Gunadi mengatakan varian delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tol Semarang-Demak Gunakan Bambu sebagai Matras

Kamis, 23 September 2021 | 02:09 WIB

Purbalingga dan Jepara Hentikan PTM

Kamis, 23 September 2021 | 02:03 WIB

Hidupi 80 Nenek Sebatang Kara

Kamis, 23 September 2021 | 01:52 WIB

Uang Suap Dicatat Bantuan Sosial

Kamis, 23 September 2021 | 01:40 WIB

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB
X