Posko Covid-19 Belum Efektif, Kasus Naik 64 Persen, BOR Tembus 94 Persen

- Rabu, 16 Juni 2021 | 08:12 WIB
 Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok)
Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok)

Prof Wiku mengatakan saat ini dari 4 kabupaten/kota yang membentuk posko cukup banyak, berkisar 60 - 80 persen, namun ternyata banyaknya jumlah posko, kasus Covid-19 masih tetap tinggi.

Contohnya di Grobogan, Jawa Tengah. Mengalami kenaikan kasus hingga 2.803 persen, keterisian mencapai BOR 93,65 persen padahal posko terbentuk sudah 70 persen (180 kelurahan dari total 257 kelurahan).

Selain Grobogan, kasus serupa terjadi di Jepara kasus Covid-19 naik 241 persen dan  BOR 73,33 persen padahal posko terbentuk 87 persen (158 dari 181 kelurahan).

Baca Juga: Jumlah Kasus Covid-19 Blora Melonjak, Ruang Isolasi Penderita Ditambah

"Ini menegaskan meskipun posko sudah terbentuk, tetapi fungsi-fungsi posko tidak dijalankan dengan baik, maka tidak akan membantu memperbaiki penanganan di wilayah tersebut," kata Wiku.

Posko harusnya menjadi wadah koordinasi antarseluruh perangkat desa/kelurahan yang memiliki peran penting.

Perannya, dalam menunjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan meningkatkan kualitas penanganan Covid-19 sehingga kasus dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk itu, Satgas mengajak seluruh kabupaten/kota terutama yang mengalami kenaikan tinggi minggu ini, agar mengejar ketertinggalan dari pembentukan posko.

Setelah posko terbentuk, pastikan pelaksaanaan fungsi-fungsi posko dapat berjalan dengan baik. "Ingat, posko modal kita melawan Covid-19 pada tingkat terkecil," kata Wiku.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X