Posko Covid-19 Belum Efektif, Kasus Naik 64 Persen, BOR Tembus 94 Persen

- Rabu, 16 Juni 2021 | 08:12 WIB
 Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok)
Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Posko Covid-19 tingkat desa dan kelurahan yang diharapkan bisa menekan kasus Covid-19 ternyata belum berjalan efektif.

Bahkan posko yang terbentuk di atas 60 persen pun tetap saja kasus Covid-19 di wilayah tersebut tinggi.

Dalam sepekan ini, Satgas mengevaluasi pembentukan Pos Komando (posko) Covid-19, kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed of ratio (BOR) pada 15 kabupaten/kota dengan kenaikan kasus tertinggi.

Hasil evaluasi, terdapat 11 dari 15 kabupaten/kota dengan pembentukan posko masih rendah yaitu di bawah 50-60 persen.

Baca Juga: Sidang Kasus Suap Bansos: Vendor Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos

Sementara empat lainnya, pembentukan posko sudah di atas 60 persen. Di Jawa Tengah tercatat dua daerah yang pembentukan poskonya di bawah 60 persen, yakni Kota Semarang dan Demak.

Demak posko terbentuk baru 43 persen (101 dari 233 kelurahan), kenaikan kasus Covid-19 485 persen dan keterisian rumah sakit (BOR) 82,7 persen.

Adapun Kota Semarang posko terbentuk baru 47 persen (81 dari 172 kelurahan), kasus Covid-19 naik 64 persen dan BOR 93,38 persen.

"Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama. Masih sedikitnya pembentukan posko pada 11 kabupaten/kota, menunjukkan absennya penanganan efektif hingga tingkat terkecil, yaitu desa/kelurahan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Selasa (15/6).

Baca Juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 6.407 Orang, Jateng Sumbang 890 Kasus

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X