Akreditasi Perpustakaan Tingkatkan Kepercayaan Pemustaka

- Rabu, 16 Juni 2021 | 10:00 WIB
SOSIALISASI: Dispuspa Kabupaten Magelang dan Pustakawan Ahli Madya Arpusda Jateng Bambang Agus Pamuji beri sosialisasi akreditasi perpustakaan.(suaramerdeka.com / Asef Amani)
SOSIALISASI: Dispuspa Kabupaten Magelang dan Pustakawan Ahli Madya Arpusda Jateng Bambang Agus Pamuji beri sosialisasi akreditasi perpustakaan.(suaramerdeka.com / Asef Amani)

KOTA MUNGKID, suaramerdeka.com - Sebanyak 27 lembaga penyelenggara perpustakaan sekolah/madrasah dan desa di Kabupaten Magelang mengikuti Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang.

Sosialisasi menyoroti komponen indikator pada penilaian akreditasi perpustakaan. Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, sosialisasi tersebut digelar agar mengetahui dokumen administrasi yang harus disiapkan dan dibutuhkan saat penilaian akreditasi perpustakaan.

"Pada dasarnya tujuan akreditasi perpustakaan adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat atau pemustaka terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensikualitas kegiatan perpustakaan," jelasnya, Selasa (15/6).

Baca Juga: Sidang Kasus Suap Bansos: Vendor Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos

Bela menekankan para pimpinan perpustakaan, baik kepala sekolah atau madrasah maupun kepala desa, untuk melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kinerja perpustakaan agar terbangun tim kerja yang solid dan memiliki rasa tanggung jawab bersama.

"Sasaran strategis perpustakaan terakreditasi adalah terwujudnya perpustakaan yang terkelola dengan baik, tertib, teratur dan dipercaya dalam aspek koleksi, sarpras (sarana dan prasarana, red), pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, serta komponen penguat kinerja lainnya," sambungnya.

Narasumber sosialisasi tersebut adalah Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah Bambang Agus Pamuji.

Baca Juga: Saatnya Lembaga Penyiaran Publik Menjadi Media Layanan Publik

Bambang mengungkapkan penilaian akreditasi saat ini menggunakan sistem portofolio, tidak visitasi secara virtual seperti tahun lalu. Walaupun cara penilaiannya berubah, asesor tetap tidak meninjau langsung perpustakaan.

"Penilaian langsung dari Direktorat Standardisasi dan Akreditasi Perpusnas (Perpustakaan Nasional, red). Sistem portofolio dengan menyiapkan dokumen fisik dari enam komponen tersebut (koleksi, sarpras, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan), setelah itu dikirim ke direktorat," katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X