Sidang Kasus Suap Bansos: Vendor Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos

- Rabu, 16 Juni 2021 | 07:30 WIB
Sidang kasus pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19. (suaramerdeka.com / dok)
Sidang kasus pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19. (suaramerdeka.com / dok)

Irman mengatakan, sebenarnya Joko tidak mematok jumlah uang. Dia juga mengatakan setelah memberikan uang Rp 250 juta, Joko menghilang bahkan menghindar ketika ditanya masalah jatah kuota koperasi.

"Tidak ada patokan, cuma saya nggak mau kasih, kemudian dijanjikan ada Surat Perintah Kerja (SPK). Setelah diserahkan kemudian ternyata nggak ada kita hubungi, datangi ke kantor menghindar," papar Irman.

Baca Juga: Aplikasi Magesty Wujud Nyawiji Pemkot-Pelaku UMKM

Namun, karena Irman terus mengejar Joko dan mempertanyakan kuota Kemensos. Joko akhirnya mengembalikan separuh uang yang diberikan Irman.

"Kemudian lebih satu bulan dia kembalikan dananya yang dia minta. Dia kembalikan Rp100 juta, saya yang minta dikembalikan aja," ucap Irman.

Selain Irman, ada juga saksi Kuntomo Jenawi yang mengatakan bahwa dia memberikan uang SGD 8 ribu ke Matheus Joko. Berbeda dengan Irman, Kunto mengaku tidak pernah diminta memberi fee oleh Joko.

Uang yang diberikan Kunto ke Joko adalah uang tanda terima kasih. Uang itu diserahkan di Kemensos Cawang langsung kepada Joko.

"Tidak ada bicara (fee) ke saya tapi di BAP saya katakan ada memberi uang ke Matheus Joko Santoso sebagai terima kasih senilai SGD 8 ribu (setara) sekitar Rp 90 juta," ujar Kuntomo.

Kuntomo memberikan fee setelah dia mengerjakan 42.559 paket bansos dengan nilai kontrak Rp12 miliar. Dia mengerjakan proyek bansos dengan meminjam bendera perusahaan PT Darma Lantara.

"Saya hubungi Joko 'mas ada waktu? Saya mau ketemu sowan, saya thank you, saya tanya gimana bisa dapat lagi tidak, gitu aja," beber Kuntomo.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X