Vendor Bansos Akui Serahkan Ratusan Juta ke Anak Buah Juliari

- Rabu, 16 Juni 2021 | 09:00 WIB
Juliari P Batubara. (suaramerdeka.com / dok)
Juliari P Batubara. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek mengaku memberikan uang kepada eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kemensos Adi Wahyono.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Total Abadi Solusindo, M. Iqbal, saat bersaksi dalam sidang dugaan perkara korupsi bansos COVID-19 dengan terdakwa Matheus Joko dan Adi Wahyono.

"Kontribusi untuk kegiatan operasional," kata Iqbal dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (15/6).

Baca Juga: Bandung Raya Siaga 1: Efek Libur Panjang Destruktif, Jabar Tarik Rem Darurat Kendalikan Covid-19

Namun, Iqbal mengaku lupa arahan permintaan uang itu berasal dari Matheus atau Adi. Ia hanya menyebut, dua anak buah eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara itu tidak mematok jumlah uang kontribusi tersebut.

"Cuma saya bingung mau kasih apa akhirnya saya memberikan nilai nominal uang saja Rp 400 juta," ujarnya.

Menurut Iqbal, permintaan kontribusi itu di sela pengerjaan paket bansos Tahap 9. Momentum itu terjadi saat Iqbal menanyakan kepada Matheus dan Adi, apakah dapat ikut tahap berikutnya.

Baca Juga: Siapkan SDM Unggul, Kemenag Gelar Pelatihan Inovasi Madrasah di Bengkulu

Diketahui, PT Total Abadi Solusindo mendapat jatah pekerjaan pada Tahap 6, 9, dan komunitas. Total perusahaan tersebut menyediakan 100 ribu paket bansos.

Sementara itu, Iqbal mengaku memberikan uang Rp 400 juta tersebut di kantor Kemensos. "Rp 400 juta dalam tas. Saya serahkan langsung di meja," imbuh Iqbal.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X