Varian Delta Diduga Masuk Boyolali

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 03:47 WIB
SM/rep jatengprov.go.id : PASIEN TAK KEBAGIAN TEMPAT TIDUR: Sejumlah pasien ditempatkan di depan ruang IGD RSUD Kartini, Jepara, karena ruang perawatan sudah penuh, Selasa (15/6). Temuan itu diketahui saat Gubernur Ganjar Pranowo melakukan peninjauan di rumah sakit itu. (24)
SM/rep jatengprov.go.id : PASIEN TAK KEBAGIAN TEMPAT TIDUR: Sejumlah pasien ditempatkan di depan ruang IGD RSUD Kartini, Jepara, karena ruang perawatan sudah penuh, Selasa (15/6). Temuan itu diketahui saat Gubernur Ganjar Pranowo melakukan peninjauan di rumah sakit itu. (24)

BOYOLALI, suaramerdeka.com -Pemkab Boyolali mewaspadai kemungkinan merebaknya klaster Covid-19 di wilayahnya. Hingga Selasa, (15/6) tercatat sudah tiga klaster baru yang muncul.

Terindikasi munculnya klaster tersebut dipicu akibat kontak dengan warga atau beraktivitas dari wilayah Kudus. Apakah klaster baru Covid-19 di Boyolali termasuk varian baru, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina mengatakan perlu dilakukan penelitian whole genome sequencing (WFS) dengan merujuk ke Yogya atau Jakarta.

Namun dianalisis dari sumber penularan di Kudus dan cara penularan yang sangat cepat ada dugaan tiga klaster itu termasuk varian B.1.1.7 atau Delta asal India. ”Meski tidak seganas varian Covid- 19 biasanya, namun, penularannya lebih cepat,” kata Ratri.

Dikatakan Ratri, tiga klaster yang muncul dari kontak dengan Kudus yaitu klaster Tegalrejo, Bendungan Simo dengan terkonfirmasi positif sebanyak 18 kasus. Lalu klaster layatan Perum Bumi Singkil Permai (BSP) II RT 1 RW 11, Desa Karanggeneng, Boyolali Kota sebanyak 15 kasus dan klaster pondok pensantren (Ponpes) Mliwis, Kecamatan Cepogo dengan 35 kasus.

”Kasus di Simo dan Karanggeneng karena pasien melakukan perjalanan ke Kudus. Sedangkan kasus Mliwis karena menerima kunjungan dari keluarga asal Kudus,” kata Ratri, Selasa (15/6).

Dijelaskannya, kasus Karanggeneng bermula saat Wdan keluarga takziyah ke kerabatanya di Kudus pada 6 Juni lalu. Pihaknya berinisiatif melakukan tes swab antigen mandiri pada 6 Juni dan hasilnya positif. Selanjutnya, Puskesmas Boyolali 2 melakukan pelacakan kontak erat dan tes swab PCR pada 5 keluarga W.

Hasilnya empat diantaranya positif Covid- 19. Tes swab PCR pun dilakukan pada 65 warga Perum BSP 2 Karanggeneng. ”Ada satu orang yang dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.

Ditambahkan, karantina bagi warga yang melakukan isolasi mandiri dimaksimalkan pada tingkat RT, RW dan desa.

Karantina dilakukan di rumah masingmasing berbasis jogo tonggo maupun karantina terpusat di tingkat desa. Jika desa kewalahan, maka Pemkab Boyolali juga sudah menyiapkan karantina terpusat di Rusunawa.

Kapasitas Rusunawa Mojosongo sebanyak 75 bed dan belum terisi. ”Kami tetap optimalkan peran jogo tonggo.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Peringati HSN, Ini Bunyi Ikrar Santri Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Simak Filosofi Tema dan Logo Hari Santri Nasional 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:28 WIB
X