Perlu Suasana Ceria di Sela-sela Ibadah Haji, Haru Juga Tidak Apa-apa

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:00 WIB
Jamaah haji yang berada di Makkah mendapat bimbingan ibadah dari Seksi Bimbingan Ibadah PPIH Daker Makkah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
Jamaah haji yang berada di Makkah mendapat bimbingan ibadah dari Seksi Bimbingan Ibadah PPIH Daker Makkah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

MAKKAH, suaramerdeka.com - Nada-nada ceria berbinar pada saat mendengarkan cerita jemaah haji Kloter 1 Kabupaten Subang yang baru saja tiba di Makkah dari Madinah.

"Kita mah disambut ya, dilempar-lempar bunga, dan juga dikasih kempis (botol air minum) sama kerajaan," kata seorang jemaah perempuan di dalam bus shalawat rute Misfalah-Jiad, malam itu.

"Iya betul, pokoknya meriah," jawab rekan sebangkunya.

Sensasi atas penyambutan pertama jemaah haji dari Jabar itu tampaknya membekas di hati kedua ibu-ibu tersebut.

Baca Juga: Kenang Eril Semasa Hidup, Ridwan Kamil Ungkap Filosofi Utama Anak Pertamanya

Padahal, sebelumnya, mereka hanya ditanya asal Kloter mana saja.

Dengan jawaban yang panjang itu tampaknya mereka secara tidak langsung ingin menunjukan mereka "baik-baik saja" menjelang pelaksanaan ibadah haji 1443H.

Kondisi psikologi seperti itu jelas memang diharapkan.

Terlebih, mereka tinggal di Tanah Suci dalam rentang waktu yang tak sedikit.

Baca Juga: Komunitas Diajeng Semarang Gathering, Beri Pembekalan Pengurus dan Member Baru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X