Tinggalkan Jihad Kekerasan, Napiter Lapas Semarang Ini Menyibukkan Diri dengan Karya Seni Kaligrafi

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:17 WIB
Napiter Suranto Abdul Ghoni menunjukkan karya kaligrafi disela kunjungan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase di Lapas Kelas I Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)
Napiter Suranto Abdul Ghoni menunjukkan karya kaligrafi disela kunjungan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase di Lapas Kelas I Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dia adalah Suranto Abdul Ghoni, terpidana kasus Bom Bali I, yang ditangkap Densus 88 sembilan belas tahun silam.

Kini, Abdul Ghoni harus menghabiskan sisa hidupnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang karena vonis seumur hidup oleh Mahkamah Agung.

Sebelum pindah ke Lapas Semarang tahun 2008, sebelumnya dia ditahan di Lapas Kerobokan Bali sejak tahun 2003.

Namun, Abdul Ghoni tidak mendapatkan hak remisi atau potongan hukuman maupun pembebasan bersyarat karena vonisnya seumur hidup di penjara.

Baca Juga: Sedang Cari STB TV Digital? Ini Rekomendasi 25 Merek STB Bersertifikat Kominfo, Harga Mulai Rp 100 Ribuan

Sehingga, ia lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan membuat karya seni kaligrafi timbul pada media kuningan.

Abdul Ghoni tidak lagi jihad dengan kekerasan, kini dia menerapkan ilmu agamanya kedalam bentuk karya seni.

Tak main-main, ia sangat serius belajar berkarya dan mencari bentuk-bentuk kaligrafi terbaru.

Ia sangat paham ayat mana saja dalam Alquran yang jika dijadikan kaligrafi akan menjadi karya yang indah.

Baca Juga: Siap Kipas-kipas Cuan, 6 Bintang Zodiak Ini Didampingi Dewi Fortuna dan Dihujani Rezeki, Jumat 24 Juni 2022

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X