Kasus Pemalsuan Dokumen, Ahli Pidana Unair Soroti Putusan Praperadilan di PN Semarang

- Kamis, 23 Juni 2022 | 08:24 WIB
ilustrasi hukum (PIxabay)
ilustrasi hukum (PIxabay)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ahli pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Nur Basuki Minarno turut menyoroti hasil putusan gugatan praperadilan perkara tindak pidana pemalsuan dokumen.

Adapun sidang gugatan praperadilan perkara pemalsuan dokumen ini dilangsungkan di Pengadilan Negeri atau PN Semarang, baru-baru ini.

Sebelumnya majelis hakim PN Semarang mengabulkan praperadilan yang diajukan tersangka berinsial RR dan EK terhadap Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: Bangsa Indonesia Butuh Kebersamaan Lawan Ujaran Kebencian

Prof Nur menilai, majelis hakim salah memahami perkara yang ditangani, atau belum memahami secara keseluruhan perkara yang telah diputus.

Dalam putusan, hakim menyatakan penetapan kedua tersangka oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, tidak sah.

Alasannya, penyidik dinilai tak dapat menunjukkan bukti baru dan hanya menjadikan alat bukti lama untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Baca Juga: Sudah Ingin Hengkang, Robert Lewandowski Masih Dinanti Bayern Muenchen di Pramusim

"Praperadilan itu bicara proses atau prosedur, bukan kualitas alat bukti. Kalau alat bukti lama masih relevan, ya bisa dipakai," kata Prof Nur, Rabu 22 Juni 2022.

Untuk diketahui, RR dan EK sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X