Menteri Koperasi dan UKM Dukung Realisasi Reforma Agraria Melalui Korporatisasi Petani

- Rabu, 22 Juni 2022 | 09:24 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (baju ungu) dalam acara Penyerahan Integrasi 21 Program Pemberdayaan Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng, Bali, Selasa 21 Juni 2022. (suaramerdeka.com / dok KemenkopUKM)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (baju ungu) dalam acara Penyerahan Integrasi 21 Program Pemberdayaan Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng, Bali, Selasa 21 Juni 2022. (suaramerdeka.com / dok KemenkopUKM)

BALI, suaramerdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM turut dalam Program Pemberdayaan Reforma Agraria yang menjadi program lintas sektoral kementerian.

Kementerian Koperasi dan UKM lantas menyiapkan sejumlah agenda dalam mendukung pemberdayaan petani di lahan perhutanan sosial, salah satunya melalui korporatisasi petani.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, salah satu program yang ditekankan KemenKopUKM dalam Reforma Agraria adalah penerapan model bisnis korporatisasi petani.

Para petani di lahan yang sempit yang cenderung subsisten dikonsolidasikan agar bergabung dalam sebuah koperasi.

Baca Juga: Cek Asmara Zodiak Hari Ini 22 Juni 2022: Capricorn dan Pisces Bahagia, Aquarius Ada Kesempatan Kedua

“Nantinya koperasi menjadi offtaker, membeli tunai produk dari petani, yang kemudian dipasarkan oleh koperasi. Dengan begitu, pembiayaan mulai dari KUR klaster hingga dana bergulir koperasi, akan mudah masuk ke petani melalui koperasi."

"Mengingat selama ini perbankan belum banyak yang masuk ke sektor pertanian karena dinilai rentan,” kata Teten Masduki dalam acara Penyerahan Integrasi 21 Program Pemberdayaan Lintas Kementerian Untuk Reforma Agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng, Bali, Selasa 21 Juni 2022.

Teten Masduki melanjutkan, sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi, pemberian sertipikat ini berarti masyarakat meminjam lahan seluas 2 hektar (ha) dalam waktu 35 tahun dengan konsep perhutanan sosial. 

Jadi, diharapkan pengelolaan lahan sosial ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca Juga: Weton Rabu Wage Jatuh Hari Ini 22 Juni 2022, Apa Keistimewaan Menurut Primbon Jawa?

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 11:10 WIB
X