Keberadaan KIB Strategis dan Menarik Perhatian, Dibutuhkan untuk Dinamika Politik

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:24 WIB
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketum PAN, Zulkifli hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa yang menginisiasi KIB.
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketum PAN, Zulkifli hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa yang menginisiasi KIB.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menurut Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sangat strategis dan dibutuhkan untuk dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2024.

Peneliti CSIS Arya Fernandes mengatakan langkah KIB yang diinisiasi Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN, dan Ketum PPP menarik sehingga bisa merebut perhatian publik setelah DPR mengumumkan tahapan pemilu 2024.

Arya menyebut manuver yang dilakukan ketiga partai untuk membentuk KIB sejak dini, berpotensi diikuti partai lainnya.

Baca Juga: Apa Kata Ramalan Zodiakmu Selasa 21 Juni 2022 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius?

Menurutnya, munculnya KIB akan membuat perubahan tren perilaku partai dalam berkoalisi.

Ia memprediksi, pascakeberadaan KIB, partai-partai lain akan menggabungkan diri dalam koalisi.

"Waktu yang cukup lama untuk mengelaborasi kepentingan politik masing-masing partai dan memiliki potensi untuk menciptakan koalisi permanen yang berlandaskan pada ide dan gagasan, setidaknya menuju momen pemilihan,” tutur Arya dalam keterangan, Jumat, 10 Juni 2022.

CSIS memprediksi Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024 akan berlangsung kompetitif dan ketat.

Baca Juga: Apa Kata Ramalan Zodiakmu Selasa 21 Juni 2022 untuk Cancer, Leo, Virgo

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat pesta demokrasi lima tahunan ini berlangsung sengit.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X