Jelang Kongres Sejarah Bung Karno, Selamatkan Situs-Situs Memori Sejarah

- Selasa, 14 Juni 2022 | 20:52 WIB
SOEKARNO : Inisiator Kongres Sejarah Bung Karno Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan sambutan pada FGD Penajaman Lini Masa di Medan, Senin (13/6). (suaramerdeka.com/dok)
SOEKARNO : Inisiator Kongres Sejarah Bung Karno Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan sambutan pada FGD Penajaman Lini Masa di Medan, Senin (13/6). (suaramerdeka.com/dok)

MEDAN, suaramerdeka.com - Memahami dan menggali sejarah kehidupan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno beserta seluruh simpul dan gelombang yang mengitarinya tidak akan pernah selesai.

Namun, salah satu hal yang penting adalah perlu gerakan penyelamatan situs-situs Bung Karno sebagai memori sejarah.

Demikian ditegaskan sejarawan dari Universitas Negeri Medan Dr Phil Ichwan Azhari dalam FGD Penajaman Lini Masa Sukarno di Medan, Senin (13/6).

Baca Juga: Ini Kata Dewi Asmara dari Pesan Kartu Tarot Zodiak Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces, Rabu 15 Juni 2022

Azhari mengatakan, di Sumatera banyak situs-situs sejarah terkait Bung Karno tetapi terbengkelai.

"Di Medan, sebuah rumah bersejarah tempat Soekarno, sekarang jadi kafe. Di Parapat, sebuah rumah bersejarah, sekarang hanya jadi losmen alias mess atau pesanggrahan Pemprov Sumut. Padahal, rumah itu menjadi saksi sejarah penting pada masa Soekarno berada di Sumatera," kata Azhari.

Rumah tempat pembuangan di Parapat itu juga menyimpan kisah menarik soal Sukarno menyanyi. Pada akhir 1949. Sukarno menyanyi dari kamar mandi para tawanan republik.

Baca Juga: Cek Angka Keberuntungan Zodiak Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Rabu 15 Juni 2022, Ada Pesan di Baliknya

Lagu One Day When We're Young yang dipopulerkan oleh penyanyi Johann Strauss itu bergema dan menembus dinding kamar mandi hingga bisa didengar jelas oleh orang-orang yang ada di luar ruangan tersebut.

Alih-alih merasa terhibur, Sutan Sjahrir justru merasa terganggu. Dengan ketus dia lantas berteriak. "Houd je mond!" teriak Si Bung Kecil (panggilan akrab Sjahrir) menyuruh Soekarno menutup mulutnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X