Isi Puisi Ridwan Kamil untuk Pemakaman Eril: Kami Merasakan Kehilangan yang Paling Besar...

- Selasa, 14 Juni 2022 | 14:51 WIB
Ilustrasi; Ridwan Kamil dan Eril. (instagram)
Ilustrasi; Ridwan Kamil dan Eril. (instagram)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz resmi dilakukan pada Senin, 13 Juni 2022 di Cimaung Bandung.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan keluarga juga turut memakamkan jenazah putra sulungnya, Eril.

Setelah prosesi, Ridwal Kamil menyampaikan bahwa keluarganya mendapatkan pelajaran berharga atas musibah yang terjadi, salah satunya adalah pelajaran dalam mengikhlaskan dan kembali menjalani hidup yang masih mereka tempuh.

Suasana pemakaman semakin haru saat kang Emil, sapaan Ridwal Kamil, membacakan puisi yang ditulisnya untuk mengantarkan putra sulungnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Televisi Tabung juga Bisa Nonton Siaran TV Digital, Begini Caranya

Berikut adalah puisi yang dibacakan oleh kang Emil yang dibacakan setelah prosesi pemakaman Eril.

Empat belas hari bisa terasa pendek dalam hidup rutin yang sehari-hari, tapi 14 hari ini menjadi panjang dalam kehidupan kami.

Kami bertanya-tanya mengapa harus hidup tidak terlalu lama? Mengharu biru, tapi waktu adalah rahasia Allah, apalagi menyangkut tentang kelahiran dam kematian.

Baca Juga: Eril Pergi ke Swiss Mencari Pendidikan S2 Pulang Diantar Guru Pelajar; Ridwan Kamil: Danke Mrs Geraldine Beldi

Waktu adalah relatif, begitulah kata orang-orang yang arif. Dan akhirnya kami menerimanya dengan hati yang lapang sebab kami bisa menemukan banyak sekali petunjuk yang terang.

Dalam rentang 14 hari, yang sejujurnya sangat melelahkan, namun kami pun mendapat banyak pelajaran dan menerima kearifan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X