Dorong Pariwisata, Kemenparekraf Ajukan Tambahan Pagu Indikatif TA 2022 Sebesar Rp 500 Miliar

- Selasa, 15 Juni 2021 | 22:28 WIB
keindahan desa di bali (Kemenparekraf/dok)
keindahan desa di bali (Kemenparekraf/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajukan angka tambahan pagu indikatif tahun anggaran 2022 sebesar Rp 500 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin (14/6/2021), menyampaikan, berdasarkan surat Menkeu RI Nomor S-361/MK.02/2021 dan surat Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor B.238/M.PPN/D.8/PP.04.02/04/2021 tanggal 29 April 2021 tentang Pagu Indikatif Belanja K/L TA 2022, alokasi pagu indikatif Kemenparekraf/Baparekraf pada RAPBN TA 2022 sebesar Rp 3.816.970.382.000.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Harapan Baru Perkembangan Perbankan Syariah

"Dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf memerlukan penambahan alokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar. Sehingga total usulan pagu indikatif menjadi sebesar Rp 4.316.970.382.000," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sandiaga menyebutkan penambahan anggaran ini diperuntukkan bagi program kepariwisataan dan ekonomi kreatif dari Rp 1.728.535.944.000 menjadi Rp 2.228.535.944.000.

"Apabila usulan penambahan anggaran tersebut disetujui, akan kami pergunakan untuk mendukung program-program yang difokuskan untuk pemulihan sektor parekraf," katanya.

Adapun program-program tersebut adalah penguatan produk ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, event daerah, dan desa wisata.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, penambahan pagu indikatif ini nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat program-program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh empat kedeputian di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.

Baca Juga: Adegan Mleyot, Julukan Netizen Ketika Al dan Andin Bermesraan di Tempat Tidur

Keempatnya adalah Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan dengan tambahan pagu indikatif sebesar Rp 60 miliar, lalu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur mendapat tambahan anggaran Rp 240 miliar.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X