Bandung Raya Siaga 1: Efek Libur Panjang Destruktif, Jabar Tarik Rem Darurat Kendalikan Covid-19

- Selasa, 15 Juni 2021 | 18:39 WIB
covid-19. (pikiran rakyat)  (Cun Cahya)
covid-19. (pikiran rakyat) (Cun Cahya)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul lonjakan kasus yang ditandai tingkat keterisian rumah sakit yang melampaui batas kritis, Pemprov Jabar memutuskan menarik rem darurat. Pengetatan kembali dilakukan guna pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Atensi khusus diberikan ke wilayah Bandung Raya karena dinamikanya yang dianggap signifikan. Bed occupancy ratio rumah sakit di areal seputar ibukota provinsi itu sudah mencapai 84,19 persen. BOR Jabar sendiri 75 persen. Sementara standar WHO dan nasional antara 60-70 persen.

Atas kondisi itu, Gubernur Ridwan Kamil bahkan menyebut tren kasus Covid-19 kali ini benar-benar memporak-porandakan penanganan yang sebelumnya sudah berada dalam jalur yang cukup menggembirakan.

"PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro kita sangat berhasil sampai hari sholat Idul Fitri lalu, tingkat keterisian RS hanya 29 persen. Ini rekor, tiba-tiba lompatannya luar biasa hanya dalam dua pekan, sebulan ini, melompat ke angka 75 persen," katanya usai rakor penanganan Covid-19 di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa (15/6).

Baca Juga: Update 15 Juni: Kasus Pasien Sembuh Corona Hari Ini Total 1.757.641 Orang

Tanpa ragu, Emil menyatakan bahwa situasi tersebut terjadi akibat masyarakat yang tetap memanfaatkan momentum mudik dan libur panjang guna melakukan mobilitas sekali pun sudah berupaya dilarang. Risiko yang ditimbulkan kemudian akhirnya bersifat merusak.

Untuk itu, salah satu keputusan rapat adalah meminta pemerintah pusat untuk tak menambah masa libur di event lainnya termasuk Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021. Pusat diharapkan mengeluarkan kebijakan guna mencegah kasus serupa terulang.

"Mohon tak ada libur panjang berikutnya pada Idul Adha. Peribadatannya diberi juklak, sesuai syariat supaya wajibnya saja, tidak ada libur untuk mudik, karena terbukti mudik libur Idul Fitri betul-betul destruktif dalam keterkendalian Covid yang sudah baik melalui PPKM mikro," katanya.

Baca Juga: Seleksi Calon ASN 2021: Kementerian PAN-RB Terbitkan 3 Peraturan Baru

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Kata Santri, Begini Pendapat Cak Nur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:18 WIB

Kemenpora Lunasi Tunggakan LADI ke Laboratorium Qatar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun Kembali Diperbolehkan Naik KA

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:33 WIB
X