Rumah Pancasila Siap Advokasi Warga Binaan di Lapas Perempuan

- Kamis, 2 Juni 2022 | 14:00 WIB
Pendiri Rumah Pancasila, Yosep Parera beserta sejumlah mahasiswa berfoto bersama dengan Kepala Lapas Perempuan Semarang, Kristiana Hambawani dan jajarannya pada kegiatan memperingati Hari Lahir Pancasila di lapas tersebut. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
Pendiri Rumah Pancasila, Yosep Parera beserta sejumlah mahasiswa berfoto bersama dengan Kepala Lapas Perempuan Semarang, Kristiana Hambawani dan jajarannya pada kegiatan memperingati Hari Lahir Pancasila di lapas tersebut. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang berencana memberikan advokasi atau pendampingan hukum kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Semarang.

Pendiri Rumah Pancasila, Yosep Parera menyatakan, bantuan hukum ini diprioritaskan kepada warga binaan yang putusan pengadilannya dipandang tidak adil, tidak berdasarkan nilai pancasila serta tidak sesuai fakta.

"Kami akan memberikan bantuan secara gratis, sama ketika yang pernah kami lakukan di Lapas Kedungpane Semarang. Minggu depan kami akan datang ke lapas ini bersama tim pengacara dan mahasiswa," kata Yosep usai mengisi kegiatan di lapas tersebut, Kamis 2 Juni 2022.

Pihaknya akan lebih dulu mempelajari putusan pengadilan dari setiap warga binaan.

Baca Juga: Bikin Merinding! Ini yang Terjadi Jika Badarawuhi Merasuki Penari, Om Hao: Akan Sangat Kesakitan

Selanjutnya akan mengajukan upaya hukum lanjutan, baik berupa grasi maupun peninjauan kembali (PK).

"Kami mendata lebih dulu siapa saja yang perlu dibantu secara hukum. Ini penting karena pengadilan negara dijalankan berdasarkan keadilan. Kami nantinya akan melayangkan surat perhomonan resmi kepada Kanwil Kemenkumham Jateng," ujarnya.

Kegiatan memperingati Hari Lahir Pancasila itu diisi dengan pertunjukan hiburan/musik oleh Band Rumah Pancasila.

Pada momen ini, Yosep Parera juga memberikan orasi kebangsaan.

Baca Juga: Kebudayaan Dapat Eliminasi Paham Radikalisme Ekstrimisme dan Intoleran

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X