Potensi Kopi di Temanggung Luar Biasa, Branding Masih Jadi Kendala

- Kamis, 2 Juni 2022 | 11:24 WIB
Focus Group Discussion yang digelar Dosen FISIP Undip terhadap petani kopi di Temanggung. (suaramerdeka.com / dok Undip)
Focus Group Discussion yang digelar Dosen FISIP Undip terhadap petani kopi di Temanggung. (suaramerdeka.com / dok Undip)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sejumlah dosen dari Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro melakukan kegiatan Focus Group Discussion di Kecamatan Parakan Wetan, Kabupaten Temanggung, belum lama ini.

Acara yang bertempat di Balai Penyuluhan Model Bambu Runcing tersebut mengambil tema “Reinternalisasi Konsep ‘Economic Security’ terhadap Pegiat Kopi dalam Upaya Economic Growth di Temanggung”.

FGD tersebut dihadiri sekitar 30 peserta, sebagian besar terdiri dari para petani dan pegiat kopi di daerah Temanggung.

Acara turut mengundang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto yang sekaligus menjadi salah satu pembicara kunci.

Baca Juga: Leadership Camp 2022, GenBI Korkom Semarang Angkat Topik Penggunaan QRIS

Dalam paparannya, Joko mengatakan bahwa potensi kopi di Temanggung sebenarnya cukup luar biasa.

Lahan untuk tanaman kopi jenis Arabika sudah mencapai 2.000 hektare, lalu untuk jenis Robusta menempati lahan seluas 12.100 hektare.

Akan tetapi, menurut Joko, kendala terbesarnya adalah masalah branding.

“Branding kopi Temanggung itu belum membawa nama Temanggung, padahal pangsa pasarnya sudah tembus internasional,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia 16 Weton yang Dinilai Primbon Jawa Cocok Jadi Jodoh Kamis Wage, Ada Kamu?

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X