Pengamat: Usut Tuntas Kecelakaan Angkutan Umum, Jangan Berhenti Saat Sopir Jadi Tersangka

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:36 WIB
Kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto KM 712+400 A. (suaramerdeka.com / dokumentasi Korlantas Polri )
Kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto KM 712+400 A. (suaramerdeka.com / dokumentasi Korlantas Polri )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata mengatakan sebaiknya jika ada kecelakaan lalu lintas angkutan umum harus dilakukan penyelidikan untuk memberikan efek jera.

Setiap kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum hanya berhenti menjadikan tersangka pengemudi

Oleh sebab itu, tidak akan menurun angka kecelakaan angkutan umum jika tidak dilakukan pengusutan yang tuntas.

Selama ini penyebab kecelakaan tersebut selalu hampir sama, yakni kelelahan saat mengemudi.

Baca Juga: Pencari Kerja Siap-siap! LPS Buka Lowongan, Periode Registrasi 18 Mei hingga 1 Juni 2022

Menurutnya kelelahan mengemudi dapat disebabkan manajemen perusahaan angkutan umum yang tidak mau menerapkan sistem manajemen keselamatan (SMK).

"Perusahaan angkutan umum yang sudah menerapkan SMK dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu, Sabtu, 21 Mei 2022.

Djoko Setijowarno meminta agar pengusaha pun tidak mudah main investasi tanpa memikirkan risiko-risiko yang akan dihadapinya.

"Karena kalau tidak ada ijin atau mati KPSnya, Ditjenhubdat Kemenhub tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk jika ada kesalahan di pengemudi juga harus ditindak lanjut," jelasnya.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 21 Mei 2022: Ricky Akhirnya Tertangkap, Akan Akui Perbuatannya?

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X