Beri Efek Jera, Harus Ada Penyelidikan Tuntas Terhadap Kecelakaan Angkutan Umum

- Jumat, 20 Mei 2022 | 13:29 WIB
ilustrasi: Kecelakaan di jalan tol. Suaramerdeka.com /dokumentasi Jasa Marga
ilustrasi: Kecelakaan di jalan tol. Suaramerdeka.com /dokumentasi Jasa Marga

SEMARANG, suaramerdeka.com - Setiap ada kecelakaan lalu lintas angkutan umum (penumpang dan barang) sebaiknya dilakukan penyelidikan untuk memberikan efek jera, kepada siapapun yang terkait dengan kegiatan perjalanan.

Dengan penyelidikan, pengusaha pun tidak mudah main investasi tanpa memikirkan risiko-risiko yang akan dihadapinya.

"Karena kalau tidak ada ijin atau mati KPSnya, Ditjenhubdat Kemenhub tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk jika ada kesalahan di pengemudi juga harus ditindak lanjut," kata Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi T. Sipil Unika Soegijapranata.

Saat ini sekitar 60 persen (terutama di daerah luar Jawa) banyak sekali operasi Bus Wisata dengan nomor kendaraaan luar daerahnya (terutama dari Pulau Jawa).

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Aparat Gabungan Perketat Pengawasan Lalulintas Hewan di Demak

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ditjenhubdat di daerah sudah melakukan upaya mendorong para pengusaha tersebut untuk mengurus ijin ke Ditjenhubdat.

Namun banyak pengusaha otobus (PO) tersebut tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan.

"Intinya, karena mereka sudah dapat operasi di jalan dan tidak ada yang ganggu jadi buat apa susah-susah balik nama terus buat ijin," kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat ini.

Setiap kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum hanya berhenti menjadikan tersangka pengemudi.

Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Polri, Bantu Pemerintah Sukseskan Mudik dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bus Bikin Tentrem, Bantu Ibadah Haji Lebih Ayem

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:12 WIB
X