Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Dianggap Tidak Kooperatif, KPK Jemput Paksa

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:12 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. (foto:  layar tangkap dari pemkot Ambon)
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. (foto: layar tangkap dari pemkot Ambon)

AMBON, suaramerdeka.com - Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dianggap tidak kooperatif terhadap panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sehingga KPK mengambil langkah jemput paksa terhadap Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Jumat, 13 Mei 2022.

Setelah sampai di Gedung KPK, Jakarta, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy langsung ditahan.

Baca Juga: Waisak Jatuh pada 16 Mei 2022, Ini Asal Kata dan Makna di Balik Perayaannya

Sebelumnya Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy telah dimintai keterangan oleh KPK.

"Setelah penyidik melakukan dan meminta keterangan beberapa saksi dan berdasarkan alat bukti, maka tim penyidik KPK melakukan penahanan tersangka untuk masing-masing selama 20 hari pertama, terhitung mulai 13 Mei 2022 sampai dengan 1 Juni 2022," tegas Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta Jumat malam 13 Mei 2022.

Richard pun dikatakan Firli langsung ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dan sedangkan tersangka Andrew ditahan di Rutan KPK pada Kaveling C1.

Baca Juga: Simak Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo, 14 Mei 2022, Soal Asmara hingga Keuangan

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah dinyatakan terbukti terlibat kasus dugaan suap gratifikasi perizinan Alfamidi.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X