Survei LKPI: Masyarakat Hindari Capres yang Berpotensi Timbulkan Polarisasi

- Senin, 9 Mei 2022 | 18:30 WIB
Ilustrasi Hasil Survey Capres (Pixabay)
Ilustrasi Hasil Survey Capres (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Elektabilitas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto diprediksi semakin terkerek.

Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menemukan, mayoritas responden menghindari memilih tokoh yang berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat jika diusung sebagai Capres, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutive LKPI Andri Gunawan menyebutkan ketiga capres yang dianggap mayoritas respoden sebagai tokoh bakal capres yang bisa menimbul polarisasi di masyarakat dalam bentuk politik identitas pada saat Pilres nanti.

Hal ini bisa dilihat bahwa yang memilih ketiga tokoh tersebut jika dijumlahkan hanya 29,9 persen.

Baca Juga: Beralih ke Siaran TV Digital Gak Bakal Rugi! Justru Akan Dapat 4 Keunggulan Ini Lho

Tokoh yang dianggap tidak berpontensi menciptakan polarisasi serta memebawa politik identitas di masyarakat jika pilpres digelar bisa berjumlah 55,8 persen, sedangkan yang tidak memilih sebanyak 14,3 persen.

"Sepertinya masyarakat sudah kapok dengan Pilpres 2014 dan 2019 yang menimbulkan polarisasi di masayarakat dengan mengusung politik identitas," ungkap dia.

Sementara itu elektabilitas tokoh dalam simulasi tertutup survei menempatkan Airlangga Hartarto 18,40 persen, Prabowo Subianto 16,80 persen, Ganjar Pranowo 8,20 persen.

Lalu, Andika Perkasa 6,80 persen, Puan Maharani 5,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 5,10 persen dan Anies Baswedan 4,90 persen.

Baca Juga: Ga Murah, Ini Harga Tiket Konser 30 Years Of Dewa 19 di Surabaya. Ahmad Dhani Minta Baladewa Mulai Menabung

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X