Hambat Pengiriman Pekerja Migran, Tiga Pejabat BP2MI Dicopot

- Rabu, 20 April 2022 | 20:58 WIB
Kepala BP2MI Benny Ramdhani, memberi semangat peserta pelatihan calon pekerja migran Indonesia di Hotel Amanda Hills Bandungan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala BP2MI Benny Ramdhani, memberi semangat peserta pelatihan calon pekerja migran Indonesia di Hotel Amanda Hills Bandungan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

Benny menyampaikan kepada jajaran dibawahnya. bahwa tugas pegawai BP2MI adalah melayani pekerja migran Indonesia (PMI) apapun bentuknya.

Yakni, baik pertanyaan, pemenuhan informasi, maupun jika ada keinginan setiap CPMI bertemu dengan pejabat BP2MI untuk menanyakan suatu permasalahan.

"Sebagai ASN harus sadar diri, gaji yang diperoleh berasal dari uang rakyat. Berempatilah, saya biasa masih bangun hingga jam 3 pagi."

"Ini untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masuk kepada saya melalui facebook mau pun instagram saya terkait permasalahan yang dialami PMI,” ungkapnya.

Baca Juga: Jateng Masih Menunggu Pembagian Jatah Kota Haji, Diperkirakan Kurang dari 30 Ribu Jamaah

Dirinya menyampaikan bahwa kuncinya adalah empati, komunikasi, terbuka. Ajak bertemu dan jawab setiap pertanyaan dari CPMI.

Disampaikan Benny, setelah dirinya melakukan pertemuan dengan berbagai pihak yang menanyakan soal penempatan CPMI Korea yang tertunda, dan setelah berdialog, maka masalah menjadi clear, dan hal tersebut yang Benny lakukan selama ini.

Caci maki, sumpah serapah, dan kata-kata kasar sudah dirinya terima melalui berbagai media sosial miliknya, istri, serta anaknya terkait pemberangkatan CPMI Korea yang tertunda selama 2 (dua) ini pun ia alami.

Baca Juga: Al Quran Surat At Tin, Lengkap Teks Arab, Latin dan Terjemah Bahasa Indonesia

Benny menyampaikan bahwa untuk preliminary training pun tidak ingin jumlahnya dicicil lagi yang jumlahnya sedikit. Dirinya telah memerintahkan jajaran guna menindaklanjuti hal tersebut.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X