Golkar Ingin Pemilu Hadirkan Pemerintahan yang Stabil, Kuncinya Adalah Harus Koalisi

- Kamis, 24 November 2022 | 21:40 WIB
KIB atau Koalisi Indonesia Bersatu.(suaramerdeka.com / dok Golkar)
KIB atau Koalisi Indonesia Bersatu.(suaramerdeka.com / dok Golkar)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengatakan, koalisi menjelang Pemilu 2024 harus mengedepankan visi-misi, memiliki program kerja dan juga loyal.

“Peserta koalisi harus solid, loyal dalam arti sepanjang kebijakan pemerintah yang dikeluarkan harus didukung, sepanjang kebijakan itu untuk kebaikan dan kepentingan bersama,” ungkap Prof Lili.

Untuk stabilnya pemerintahan, minimal 50 persen plus satu, atau bahkan mayoritas dalam parlemen.

Baca Juga: Gampang Pakai Banget, hanya dengan Utak Atik Remote TV Analog, Bisa Nonton Siaran TV Digital Tanpa Set Top Box

Dengan langkah parpol untuk membentuk koalisi, artinya untuk mencari kesamaan visi dan misi juga program untuk kontestasi pemilu mendatang.

“Koalisi itu kerja sama dan masing-masing koalisi memiliki visi misi program dan kebijakan yang ditawarkan kepada masyarakat. Yang bergabung tentu harus memenuhi syarat tadi,“ jelas Prof Lili.

Salah satu koalisi yang jelas jelas bertujuan melanjutkan kerja baik pemerintahan sekarang adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beranggotakan Partai Golkar, PPP dan PAN.

“Karena tujuan dari pemilu itu menghadirkan pemerintahan yang stabil. Pemerintahan yang stabil harus koalisi, makanya Golkar dari awal membentuk koalisi dulu,” kata Ketum Golkar, Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Pria Ini Bisa Menonton Siaran TV Digital Melalui TV Analog Tanpa Beli Set Top Box, Begini Caranya

Untuk itu KIB, masih menunggu parpol lain yang hendak bergabung.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X