UU TPKS Jadi Pemicu Penuntasan Kasus Kekerasan Seksual di Jateng

- Selasa, 12 April 2022 | 15:22 WIB
suaramerdeka.com /dokumentasi Pekanbaru.go.id.
suaramerdeka.com /dokumentasi Pekanbaru.go.id.


JAKARTA, suaramerdeka.com - Kehadiran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) harus jadi pemicu percepatan penuntasan kasus-kasus kekerasan seksual di Jateng.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng telah menerima 163 aduan kasus kekerasan terhadap anak hingga Februari 2022.

Sebesar 50 persen di antaranya mengalami kekerasan seksual. Angka tertinggi datang dari Banyumas, Tegal, Pemalang, dan Kendal.

Baca Juga: Keutamaan Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke-11 dan 12, Suci Seperti Bayi Baru Lahir

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah, Lestari Moerdijat mengatakan laporan dari masyarakat itu, harus segera ditindaklanjuti agar kasus-kasus kekerasan seksual tidak terus terjadi.

"Para pemangku kepentingan dan penegak hukum di Jawa Tengah harus memberi perhatian khusus pada kasus kekerasan seksual yang dilaporkan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 April 2022.

Menurut Lestari, kehadiran aturan hukum yang lebih lengkap terkait tindak kekerasan seksual seperti UU TPKS, diharapkan mampu memberi efek jera terhadap pelaku sekaligus memberi perlindungan terhadap korban.

Baca Juga: Martabak Telur Mini Cocok untuk Buka Puasa, Berikut Resepnya

Para penegak hukum dan masyarakat harus memahami UU TPKS secara menyeluruh agar perlindungan korban dan efek jera bagi pelakunya bisa direalisasikan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh! Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:55 WIB
X