Rawan Kecelakaan, Perlu Perhatian Serius pada Perlintasan Sebidang

- Senin, 11 April 2022 | 13:40 WIB
ilustrasi perlintasan sebidang. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)
ilustrasi perlintasan sebidang. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tatkala musim mudik Lebaran tiba, perlintasan sebidang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi kecelakaan.

Utamanya perlintasan sebidang yang tidak dijaga sehingga perlu perhatian serius terhadap perlintasan sebidang tidak dijaga, supaya keselamatan pemudik terjamin.

Sebanyak 60 persen kecelakaan di perlintasan sebidang merupakan kecelakaan kereta api ditemper orang (PT KAI, 2022).

Angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia rata-rata per tahun mencapai 28 ribu jiwa (setara 3-4 orang meninggal per jam) (Korlantas Polri, 2021).

Baca Juga: 4 Keutamaan Sholat Tahajud Menurut Kitab Riyadhus Shalihin, Salah Satunya Penyelamat di Akhirat

"Kegiatan penutupan perlintasan sebidang kereta api sebagai amanat peraturan perundang–undangan dalam rangka mengurangi kejadian kecelakaan antara pengguna jalan dengan kereta api serta mengurangi jumlah perlintasan sebidang kereta api," kata Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat

Sementara itu, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukan bagi lalu lintas kereta api.

Hingga sekarang masih dilakukan pembongkaran pagar dan patok rel pengaman jalur KA yang menimbulkan perlintasan sebidang baru (liar).

Di samping itu terjadi kemacetan akibat perlintasan sebidang serta masih adanya bangunan tanpa izin yang dapat membahayakan KA di dalam area rumaja (ruang manfaat jalan), rumija (ruang milik jalan), dan ruwasja (ruang pengawasan jalan).

Baca Juga: Agus Setiawan Wartawan Suara Merdeka di Pekalongan Berpulang

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X