Kapan THR Harus Dibagikan Perusahaan? Simak Penjelasan Menaker Berikut

- Sabtu, 9 April 2022 | 12:12 WIB
Pencairan THR paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri (Pixabay/Emaji)
Pencairan THR paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri (Pixabay/Emaji)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mengimbau perusahaan agar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Artinya, THR maksimal sudah harus dibayarkan pada 26 April 2022, jika menarik 30 hari sejak awal puasa pada 3 April di mana kemungkinan Idul Fitri kemungkinan jatuh pada 3 Mei 2022.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, THR masuk ke dalam pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari menjelang hari keagamaan.

"Pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual, Jumat 8 April 2022, dilansir dari laman resmi Kemnaker.

Baca Juga: Ngaji Milenial: Ihwal Seksual Remaja

Disebutkan, pekerja yang mendapat hak THR adalah pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja outsourcing, termasuk tenaga honorer.

Menurut Ida, keberhasilan pengendalian penyebaran Covid-19 dan cakupan vaksinasi yang tinggi, menunjukkan dampak positif dalam normalisasi aktivitas masyarakat.

Langkah-langkah pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah juga semakin memperkuat kelangsungan pekerja dan pengusaha serta menurunnya pengangguran.

Kondisi ini membuat pemerintah menganggap perusahaan sudah mampu membayarkan THR sesuai ketentuan.

Baca Juga: Persiapan Liga 1 2022/23, PSIS Cari General Manager untuk Bisnis dan Marketing

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X