Simulasi Tsunami: Kesigapan Sendai Diharap Jadi Rujukan Bandara Berkarakter Serupa

- Kamis, 31 Maret 2022 | 06:15 WIB
ilustrasi tsunami (pexels)
ilustrasi tsunami (pexels)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan kesigapan Bandara Sendai, Jepang dalam merespon kejadian tsunami diharapkan bisa jadi rujukan bandara yang mempunyai karakter serupa.

Pada saat itu, Bandara Sendai dihadapkan pada peristiwa tsunami destruktif Tohoku yang dipicu gempa dengan magnitudo 9,0 pada 11 Maret 2011.

Kondisi itu, jelasnya, dapat diantisipasi petugas Bandara Sendai secara cepat dan cermat, di mana semua skenario evakuasi berjalan lancar sesuai rencana.

Sekali pun kerusakan dan kerugian material yang besar di lingkungan Bandara Sendai tak terhindarkan, tetapi tidak ada korban yang jatuh.

Baca Juga: Pemecatan dr Terawan, Riyanta: Aset Bangsa Harus Dilindungi

"Keberhasilan sistim mitigasi tsunami di Bandara Sendai itu kiranya menjadi contoh terbaik untuk menegaskan bahwa prosedur yang tepat dalam mengelola krisis ternyata dapat menyelamatkan nyawa orang banyak," katanya dalam keterangannya via aplikasi pesan, Rabu 30 Maret 2022.

“Jadi upaya mitigasi konkret di lingkungan bandara dalam menciptakan keselamatan dan tanpa jatuh korban, zero victim bagi pengguna bandara di pantai rawan tsunami bukanlah sesuatu yang tidak mungkin," kata pria asal Salatiga itu.

Dalam kaitan itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), melakukan simulasi gempabumi dan tsunami untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, simulasi serupa dilaksanakan pada 2020

Dalam simulasi tersebut, Bandara YIA menguji respon cepat Airport Operation Control Centre saat menerima peringatan dini tsunami dari BMKG.

Baca Juga: Ini Bacaan Niat Sholat Tarawih Ketika Menjadi Imam, Makmum, atau Sendiri dengan Keutamaannya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X