Personil TNI Gugur Akibat Serangan KKB, Pangdam Cendrawasih Tak Tambah Pasukan di Nduga

- Selasa, 29 Maret 2022 | 16:45 WIB
Ilustrasi granat (pixabay/gookingsword-1861966)
Ilustrasi granat (pixabay/gookingsword-1861966)

PAPUA, suaramerdeka.com - Sabtu 26 Maret menjadi hari yang kelam bagi para pejuang TNI di tanah Papua.

Pada hari itu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang pos quary bawah, Distrik Kenyam, dengan menggunakan pelontar granat yang diduga didapatkan dari hasil rampasan sebelumnya.

Granat dilontarkan dari dua arah, yakni dari belakang pasar, dan satunya dari arah Sungai Alguru.

Baca Juga: Buruan Daftar, Kartu Prakerja Gelombang 25 Sudah Dibuka, Cek Syarat, Link dan Cara Daftarnya

"Diduga diambil dari Satgas Yonif 700, sedangkan amunisi GLM (pelontar granat) adalah rampasan dari Satgas Yonif 330," bunyi keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL seperti diunggah di akun @TNI_Angkatan_Laut pada Senin.

KKB pimpinan Egianus Kogoya diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang dilakukan pada pukul 17.00 waktu setempat

Kejadian itu, menewaskan dua prajurit TNI AL, yakni Letnan Dua Marinir Muhammad Iqbal sebagai Komandan Peleton (Danton) dan anak buahnya yaitu Pratu Marinir Wilson Anderson Here.

Baca Juga: Spoiler Sinopsis dan Link Nonton A Business Proposal Episode 10 Sub Indo

Dua prajurit itu gugur saat bertugas dalam Satuan Tugas Muara dan Pesisir (Satgas Mupe) Yonif 3 Korps Marinir TNI AL yang beranggotakan total 35 orang.

Hingga kini pihak TNI masih terus melakukan penyelidikan secara mendalam terkait senjata yang digunakan KKB untuk melakukan penyerangan Pos Satgas Mupe Marinir-3 di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

Sementara Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Teguh Muji Angkasa, menegaskan tidak ada pasukan tambahan TNI di wilayah Kabupaten Nduga pascapenyerangan.

Baca Juga: 'A Business Proposal' Episode 10, Kencan Rahasia Kang Tae Mu dan Shin Ha Ri Hampir Terbongkar Lagi

"Kita tidak ada penambahan personel di daerah tersebut karena di situ sudah ada personel baik itu dari Kodim maupun Satgas Batalion Penugasan," katanya, sebagaimana dikutip SUARAMERDEKA dari Antara, 29 Maret 2022

Teguh menilai situasi di lokasi saat ini sudah berangsur membaik.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X