UU TPKS Mampu Menjamin Keadilan Proses Hukum Tindak Kekerasan Seksual

- Senin, 28 Maret 2022 | 20:01 WIB
Ilustrasi stop kekerasan seksual
Ilustrasi stop kekerasan seksual

 

 


JAKARTA, suaramerdeka.com - Catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan 797 anak menjadi korban kekerasan seksual sepanjang Januari 2022.

Jumlah tersebut setara dengan 9,13% dari total anak korban kekerasan seksual pada tahun 2021 lalu yang mencapai 8.730.

Sementara, berdasarkan catatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) menyebutkan pelaku kekerasan seksual biasanya orang di lingkungan korban seperti teman/ pacar, orang tua, keluarga atau saudara dan guru.

Baca Juga: Kepoin Sinopsisnya, dan Link Nonton A Business Proposal Episode 9 Sub Indo, Tayang Malam Ini!

Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) harus memastikan undang-undang yang dihasilkan menjamin proses hukum tindak kekerasan berjalan adil dan lancar.

"Pembahasan RUU TPKS harus mampu memastikan perlindungan bagi korban secara menyeluruh, termasuk dari orang-orang di lingkungan korban," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 Maret 2022.

Lestari menambahkan, pekan ini pembahasan lanjutan RUU TPKS oleh DPR RI dan Pemerintah dimulai. Masyarakat berharap segera lahir undang-undang yang mampu melindungi setiap warga negara dari ancaman tindak kekerasan seksual.

Baca Juga: Shin Ha Ri Khawatir Hubungannya dengan Kang Tae Mu Terungkap di Episode 9 'A Business Proposal'

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X