Program Dedieselisasi PLN Diharapkan Dorong Kemandirian Energi Nasional

- Jumat, 25 Maret 2022 | 20:55 WIB
Foto: suaramerdeka.com /dokumentasi PLN
Foto: suaramerdeka.com /dokumentasi PLN

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - PT PLN (Persero) akan berupaya melaksanakan program dedieselisasi atau konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih beroperasi di wilayah terpencil harus dilakukan dengan penuh pertimbangan matang dan kehati-hatian.

Akademisi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof Mukhtasor, Ph.D mengatakan dalam menjalankan program dedieselisasi, PLN harus memaksimalkan kekuatan nasional dalam pengembangan teknologi EBT di dalam negeri.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menyebutkan tujuan pertama dari kebijakan energi nasional sejatinya adalah kemandirian energi.

Setelah negara mampu mencapai hal tersebut, baru dapat dicapai tujuan selanjutnya untuk memperkuat ketahanan energi Nasional.

Baca Juga: Mantan Istri Doni Salmanan, Gigi Ruwanita, Ungkap Alasan Cerai Meski Diberi Uang Bulanan 10 Juta

"Transisi energi adalah proses yang kompleks. Proses ini tidak hanya melibatkan sektor energi, tetapi juga menuntut adanya transformasi ekonomi.

Di mana pengembangan teknologi baru akan menjadi sumber pendapatan untuk proses transisi yang berkelanjutan," katanya saat menjadi pembicara pada seminar 'Renewable Energy Technology as a driver for Indonesia’s De-Dieselization' yang dilaksanakan di Hotel Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu, 23 Maret 2022.

Prof Mukhtasor pun berpesan agar dalam menjalankan program dedieselisasi, peran PLN sebagai pengembang dan operator utama pembangkit harus tetap dipertahankan.

Baca Juga: Marina Wedding Expo Bangkitkan Geliat Bisnis Pernikahan

Head of Public Sector and Social Sector Practices in Africa McKinsey & Company, Adam Kendall, pun melihat dedieselisasi menjadi kesempatan bagi PLN untuk mengurangi ketergantungan terhadap baterai, yang saat ini menjadi komponen termahal dalam pengembangan PLTS sebagai baseload

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X