Presiden Joko Widodo Sampaikan 3 Tantangan Besar dalam Transisi Energi

- Jumat, 18 Maret 2022 | 20:50 WIB
 Presiden Joko Widodo memberi pernyataan perkembangan PPKM di Istana Merdeka. (BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo memberi pernyataan perkembangan PPKM di Istana Merdeka. (BPMI Setpres)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo dikabarkan menyampaikan pidato kunci pada S20 High Level Policy Webinar on Just Energy. Hal itu ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (17/3).

Menurut Presiden Joko Widodo, transisi energi akan mengubah banyak hal, oleh karenanya dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengidentifikasi tantangan yang ada.

Presiden Joko Widodo melihat ada tiga tantangan besar dalam upaya transisi energi yang perlu menjadi perhatian tidak hanya para stakeholder, tapi semua pihak.

Baca Juga: Perbedaan Trading Forex dan Binary Option, Kenali Investasi Aman

“Saya optimistis dibalik semua tantangan itu ada sejumlah peluang yang terbuka lebar,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato kuncinya di Jakarta.

“Kemampuan kita mengatasi tantangan transisi energi akan membuka peluang baru dan lapangan kerja baru, peningkatan kebutuhan keahlian inovasi teknologi dan digitalisasi, terbukanya peluang baru ekonomi hijau untuk mempercepat pemulihan global,” sambungnya.

Berikut adalah tiga tantangan besar dalam transisi energi yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kuncinya.

Baca Juga: Daftar Harga dan Merek Set Top Box (STB) TV Digital, Buruan Beli Mumpung Murah

1. Proses transisi harus menciptakan akses energi bersih untuk semua. Kita harus mendorong energi bersih untuk semua, terutama energi untuk elektrifikasi dan clean cooking, leaving no one behind.

2. Transisi energi diperlukan peran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan teknologi baru yang lebih efisien dan lebih kompetitif sehingga bisa menurunkan biaya dan meningkatkan nilai tambah pada produk industri energi baru terbarukan.

3. Proses transisi membutuhkan dana yang sangat besar. Transisi energi membutuhkan proyek-proyek baru, artinya juga dibutuhkan investasi yang baru. Karena itu dibutuhkan eksplorasi mekanisme pembiayaan yang tepat agar tercipta keekonomian, harga yang kompetitif, dan tidak membebani masyarakat.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X