Jadi Holding, Produk BUMN Industri Pertahanan Tak Bakal Tumpang Tindih

- Kamis, 3 Maret 2022 | 06:45 WIB
Alutsista TNI parade di depan istana jelang HUT TNI ke 76 (IG puspentni)
Alutsista TNI parade di depan istana jelang HUT TNI ke 76 (IG puspentni)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kendati menjadi holding, produk di antara BUMN industri pertahanan dipastikan tak bakal campur aduk.

Fokus bisnis empat BUMN Industri pertahanan atau Defend ID tetap dijaga.

"Holding akan meminimalisasi terjadinya tumpang tindih produk antar anggota Defend ID," kata Dirut Len Industri, Bobby Rasyidin, Rabu 2 Maret 2022.

Dalam Defend ID, Len bertindak selaku induk holding dengan empat anggota Indhan yakni PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana.

Baca Juga: Roman Abramovich Jual Chelsea, Segini Harga yang Ditawarkan

Dengan peran tersebut, induk justru bakal mewujudkan interoperability atau pengintegrasian elektronik produk alutsista 3 matra TNI baik darat, laut, mau pun udara.

Karenanya, mereka tetap memiliki fokus bisnis dan program prioritasnya masing-masing setelah holding itu berjalan.

Len disebut fokus pada platform dan Maintenance Repair and Overhaul (MRO) yang menjadi penentu superioritas alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kemudian, terintegrasinya berbagai sistem pertahanan nasional (Network Centric Warfare) dengan radar pertahanan, penginderaan bawah air, dan pengembangan satelit militer sebagai program prioritas.

Baca Juga: Asmara dan Keuangan Gemini Sepanjang Maret 2022: Rezeki Mengalir Deras, Jodoh Makin Dekat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X