Pemerintah Miliki Komitmen Besar Hapus Pekerja Anak

- Senin, 14 Juni 2021 | 13:18 WIB
Menaker Ida Fauziyah. (foto: setkab.go.id) (Cun Cahya)
Menaker Ida Fauziyah. (foto: setkab.go.id) (Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak.

Dalam periode 2008 sampai dengan 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan Slsebagai wujud komitmen besar untuk menghapus pekerja anak, pemerintah juga meratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Tren Peningkatan Covid 19 Harus Segera Dikendalikan

Selain itu, pemerintah juga memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami di Kementerian Ketenagakerjaan serius dan tegas dalam melakukan berbagai upaya konkret guna mengurangi pekerja anak di Indonesia,” kata Ida, saat memberikan pidato kunci pada “End Child labour virtual race 2021” yang diselenggarakan oleh Organisasi Buruh Internasional atau ILO dalam rangka Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau World Day Against Labour 2021, Sabtu 12 Juni 2021 secara virtual dari Jakarta, seperti dilansir dari laman Setkab.

Menaker memaparkan sejumlah upaya konkret yang akan dilakukan di tahun 2021 ini.

Baca Juga: Fraksi Demokrat-Golkar Salatiga Tolak PPN Sembako dan Pendidikan

Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan pada kelompok rentan.

Agar peduli pada pemenuhan hak anak dan tidak melibatkan anak dalam pekerjaan berbahaya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X