Varian India Mengganas di Kudus

Red
- Senin, 14 Juni 2021 | 01:30 WIB
SM/Saiful Annas - MENGEVALUASI :Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bupati Kudus Hartopo mengevaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Minggu (13/6). (55)
SM/Saiful Annas - MENGEVALUASI :Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bupati Kudus Hartopo mengevaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Minggu (13/6). (55)

  • Uji Sampel Segera Digelar di Daerah Lain
  • RSUD Wongsonegoro Semarang Waspada

KUDUS - Varian Covid-19 B.1617.2 atau Delta dipastikan telah masuk dan menyebar di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan uji sampel terhadap 34 pasien positif Covid-19, 28 orang di antaranya dinyatakan terjangkit varian ganas dari India itu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo berencana menggelar tes whole genome sequence di wilayah lain untuk memastikan ada atau tidak penularan varian itu. Khusus di Kudus, Ganjar mengusulkan penerapan gerakan lima hari di rumah saja untuk menekan penyebaran Covid-19.

”Pemerintah butuh dukungan masyarakat. Kalau masyarakat tidak mendukung, nanti kucing-kucingan terus. Ingat, varian baru sudah masuk ke Kudus,” ujarnya saat meninjau penanganan Covid-19 di Kudus, Minggu (13/6).

Soal varian India, Ganjar mencurigainya sebagai pemicu cepatnya penularan yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Jateng dalam tiga minggu terakhir. ”Penularannya cepat sekali, karena itu masyarakat harus sadar betul. Saya mengusulkan, kalau perlu lima hari di rumah saja,” tegas Ganjar yang didampingi Bupati Kudus Hartopo.

Dia berharap, selama lima hari tersebut para orangtua atau lansia dan anak-anak tidak bepergian. Perkantoran juga mesti memperbanyak persentase karyawan yang bekerja dari rumah atau work from home. Ganjar mencontohkan kegiatan di rumah saja yang digencarkan di Kabupaten Grobogan.

Dia berharap pelaksanaannya benar-benar maksimal dan masyarakat hanya akan keluar jika keperluannya penting. Saat peninjauan di posko gabungan penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Ganjar mendapati banyak tempat isolasi terpusat yang belum optimal.

Menurut data, terdapat 599 tempat tidur yang tersebar di delapan kecamatan di Kudus. Namun, semua belum maksimal. Misalnya di Rusunawa Bakalan, Krapyak, dari 180 tempat tidur baru terisi 20. ”Yang isolasi di rumah di 1.797 orang. Optimalkan semua tempat, masukkan ke situ, tidak perlu keluar kota,” tandasnya.

Ganjar menyampaikan pada Bupati Hartopo bahwa pihaknya siap membantu keperluan dan kekurangan SDM ataupun fasilitas. ”Inilah yang sungguh-sungguh harus dilakukan dengan cepat. Butuh eksekusi, saya minta bupati jangan ragu. Kalau kesulitan, kontak saya. Kita ajak TNI-Polri, kita mesti keroyok bareng-bareng.”

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X