Anak Muda Jangan Alergi dengan Partai Politik

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:01 WIB
logo parpol (setkab/dok)
logo parpol (setkab/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Partai merupakan alat organisasi untuk meraih tujuan. Tujuan dalam hal ini artinya kekuasaan untuk mencapai cita-cita kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

Dibandingkan jenis organisasi lain yang bermunculan di era perjuangan merebut maupun di awal kemerdekaan, partai memiliki semangat lebih konkret dalam meraih tujuannya.

Pemaparan itu disampaikan Retor Aquinaldo Wirabuanaputera Kaligis pada ‘Talkshow & Musik Bung Karno Series’ Episode 12, Sabtu, 12 Juni 2021 dipandu aktivis nasionalis muda Aris Setiawan Yodi.

Doktor sosiologi Universitas Indonesia ini menjelaskan dasar di balik konsep kepartaian Bung Karno membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan semangat nasionalis yang progresif radikal.

Baca Juga: Usia Produktif Rentan Tertular Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang

Retor menerangkan, dasar kepartaian yang dipilih Bung Karno juga disesuaikan dengan konteks permasalahan bangsa saat itu yakni kemerdekaan berdaulat bangsa sekaligus membebaskan rakyat kecil (kaum marhaen) yang tertindas agar terbebas dari penghisaban dan penjajahan bangsa asing.

“Konsep kepartaian Bung Karno saat itu sesuai dengan konteks permasalahan yang ada, yakni kemerdekaan bangsa sekaligus terbebas dari penindasan bangsa lain atau bangsa sendiri,” ungkap pria yang sehari-hari menjadi dosen sosiologi Universitas Pancasila ini.

Retor melanjutkan, konsep Bung Karno tentang ‘staatpartij’ atau partai tunggal lebih ke arah mempersatukan bangsa, disesuaikan dengan konteks pada saat itu juga untuk memperjuangkan kemerdekaan dan membebaskan diri dari genggaman penjajahan.

Baca Juga: Polres Semarang Libatkan Unit Jatanras Polda Jateng, Ungkap Pelaku Aksi Teror Pelempar Kaca Mobil

“Bukan berbicara politik untuk kelompoknya atau ideologi, tetapi lebih mengarah pada pembahasan semangat bahu-membahu untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Konsep PNI sebagai ‘staatpartij’ bukan berarti membawa pemerintahan ke arah otoriter, tetapi kembali disesuaikan permasalahan bangsa saat itu, yakni ketegasan Bung Karno dalam mengatasi pemberontakan di beberapa daerah

“Konsep staatpartij’ Bung Karno untuk mempersatukan pandangan, menghilangkan perdebatan politik atau ideologi, dan juga bukan berarti ke arah otoriter. Ggaasan itu lebih disesuaikan dengan konteks saat itu,” lanjut penulis buku ‘Marhaen dan Wong Cilik’ ini.

Baca Juga: Batam Aero Technic (BAT) Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Yang perlu pahami oleh pemuda bahwa partai merupakan kekuatan dari masyarakat sipil. Bagian dari masyarakat untuk memperjuangkan hak daripada masyarakat agar tetap adil dan sejahtera.

“Karena itu, anak muda generasi milenial jangan takut dan alergi berbicara tentang partai. Bung Karno pun terbuka dengan adanya Dekrit Presiden untuk meredam perdebatan pandangan idelogi kepartaian,” kata pria yang juga menjabat Ketua Penelitian dan Penerbitan Institut Marhaen.

“Partai adalah kekuatan masyarakat sipil untuk menjaga kekuasaan. Kalau tidak ada partai, maka jatuhnya pasti ke kekuatan militer,” pungkas Retor AW Kaligis.

Program ‘Talkshow & Musik’ BKNP PDIP dengan tema besar ‘Bung Karno Series’ hadir setiap hari pada bulan Juni pukul 16.30 WIB, tayang selama satu bulan penuh, dan dapat diikuti melalui kanal Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Pusat.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X