Sikapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Dua Rencana Khusus

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:05 WIB
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok

“Kunjungan kerja baik Pemda dan DPRD ditiadakan sementara untuk berkonsentrasi penanganan Covid-19. Instruksi ini berlaku untuk seluruh wilayah di Kabupaten Semarang tanpa kecuali. Semua pihak, saya minta segera mensosialisasikan instruksi ini dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19,” tutur dia.

Kaitannya dengan ketersediaan kamar pada tiga rumah singgah terpusat yakni Bapelkes Suwakul, Hotel Garuda Kopeng, dan Rusunawa Pringapus untuk isolasi mandiri warga yang terpapar Covid-19, Ngesti Nugraha membeberkan, dari total kapasitas 144 tempat tidur, sampai Minggu (13/6) pagi, kondisinya sudah terisi 102 tempat tidur.

“Kita baru berupaya mencari tambahan, kita baru merumuskan mengakses tempat milik provinsi yang ada di Kabupaten Semarang. Dan juga ada rencana menyewa hotel,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, sejak dua hari silam Kabupaten Semarang ditetapkan masuk sebagai zona merah Covid-19 oleh Pemprov Jateng. Bumi Serasi menempati urutan ke-11 dari 35 kabupaten/kota.

Zona merah urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Kudus, kemudian disusul Demak, Pati, Jepara, Grobogan, Tegal, Wonogiri, Brebes, Karanganyar, Sragen, dan Kabupaten Semarang.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai kabupaten zona merah pihaknya sudah memprediksi hal itu bakal terjadi. Karena sampel tes swab hasil tracing yang belum keluar dari laboratorium jumlahnya lebih dari 600 sampel.

“Anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang sudah dihitung, mungkin masih cukup diambilkan anggaran refokusing yang diambil awal tahun kemarin. Anggaran sudah di belanja tidak terduga atau BTT,” katanya.

Semakin panjang pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat, lanjut Bondan, tentunya harus mulai dipikirkan dampaknya. Maka diperlukan kajian untuk bantuan-bantuan sosial guna meringankan beban warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Semarang.

“Kalau hanya dua minggu, mungkin hanya angka tertentu. Tetapi ketika pembatasan lebih panjang lagi pasti akan (banyak warga-Red) yang terdampak. Sudah diatur semua di Inbup Semarang 14/2021 tinggal penegakannya yang perlu ditambah,” pinta dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Jokowi Didesak Batalkan TWK

Sabtu, 18 September 2021 | 01:50 WIB

Hadapi Ledakan Mobilitas Penduduk

Sabtu, 18 September 2021 | 01:39 WIB

Polres Usulkan IPAL di Polokarto

Sabtu, 18 September 2021 | 01:28 WIB

Borobudur dan Prambanan Mulai Dibuka

Sabtu, 18 September 2021 | 01:20 WIB

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB
X