Sikapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Dua Rencana Khusus

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:05 WIB
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok

“Penyemprotan disinfektan digencarkan, apalagi ada klaster kantor di tiga kantor yang kena. Untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan permukiman warga dikerjakan satgas di desa/kelurahan dibantu sukarelawan lintas komunitas,” ujarnya.

Untuk tempat perbelanjaan, swalayan, pertokoan, maupun mal tutup paling lambat pukul 21.00 dengan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen.

Tempat ibadah dibatasi jumlah jamaah maksimal 50 persen. Khusus masjid yang lokasinya di pinggir jalan nasional, provinsi, maupun jalan kabupaten sementara tidak diperbolehkan menggelar salat jumat. Hal ini untuk mengantisipasi potensi penularan Covid-19.

Seluruh kegiatan seni, sosial budaya, olahraga yang berada dalam ruangan dibatasi pesertanya maksimal 25 persen atau paling banyak 20 orang dengan penerapan prokes ketat.

Sedangkan untuk kegiatan serupa di luar rungan, diinstruksikan agar ditunda atau dihentikan sementara. Adapun untuk egiatan hajatan dan pesta pernikahan dilarang, kecuali akad nikah dengan batasan maksimal 20 orang.

“Tidak boleh makan minum di tempat, semua harus menerapkan prokes ketat. Yang jelas, kumpul-kumpul atau kegiatan yang berpotensi kerumunan sementara ditiadakan dahulu. Kami akan memantau perkembangan melibatkan satgas Covid-19 tingkat desa/kelurahan,” tegas Ngesti Nugraha.

Instruksi selanjutnya terkait rapat, harus mempertimbangkan urgensi permasalahan dan dibatasi paling banyak 20 orang dengan prokes ketat.

Sedangkan instruksi untuk destinasi wisata, desa wisata, serta wisata religi dilarang buka dan ditutup sementara waktu kecuali restoran dengan kapasitas pengunjung 30 persen atau paling banyak 30 orang sampai pukul 21.00.

Kemudian wisata air, mandi uap, karaoke dilarang beroperasi atau tutup sementara. Khusus untuk usaha hiburan, warnet, game daring dibatasi kapasitasnya maksimal 50 persen dan jam tutup maksimal pukul 21.00.

Pasar tradisional, pasar hewan tetap beroperasi maksimal sampai pukul 12.00 kecuali Pasar Sayur Jetis Bandungan jam operasionalnya dimulai pukul 15.00 hingga pukul 20.00 dengan tetap menerapkan prokes lebih ketat lagi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X