Sikapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Dua Rencana Khusus

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:05 WIB
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok
Tim Reaksi Cepat PMI dan Pramuka Peduli Kabupaten Semarang menyemprotkan cairan disinfektan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kantor Bupati Semarang, kemarin petang. SM/dok

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pemkab Semarang menyiapkan dua rencana khusus untuk menyikapi lonjakan kasus positif Covid-19 yang dalam sepekan terakhir ini naik tajam.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, Minggu (13/6).

Menurutnya, selain masif menyampaikan pentingnya protokol kesehatan dan imbauan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M), pihaknya juga sudah menyiapkan rencana untuk menggunakan bangunan milik Pemprov Jateng disamping menyewa hotel guna mengantisipasi lonjakan jumlah warga yang harus menjalani isolasi mandiri secara terpusat.

"Langkah yang kita ambil karena Kabupaten Semarang masuk zona merah, pertama kami minta kepada semua pihak untuk mematuhi Instruksi Bupati (Inbup) Semarang Nomor 14 Tahun 2021,” kata Ngesti Nugraha.

Baca Juga: Usia Produktif Rentan Tertular Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang

Ketika ditanya dampak ekonomi imbas pandemi Covid-19, ia menjawab, hal itu perlu dipikirkan bersama-sama bagaimana yang terbaik. Pada prinsipnya, masyarakat diimbau untuk mengikuti atau menjalankan Inbup Semarang 14/2021.

Setidaknya ada 12 perubahan instruksi yang dianggap esensial, hal itu tertuang jelas pada Inbup Semarang 14/2021.

Meliputi Proses belajar mengajar jenjang pendidikan PAUD, SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, hingga perguruan tinggi wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring tidak diizinkan ada pembelajaran tatap muka (PTM).

Rumah atau warung makan maupun restoran baik makan di tempat atau pesan antar, wajib tutup paling lambat pukul 21.00 dan khusus makan di tempat dibatasi kapasitasnya maksimal 50 persen.

Baca Juga: Perias Pengantin Wajib Lulus Uji Kompetensi

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB

STQHN XXVI: Kafilah Jateng Sudah Tiba di Maluku Utara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:12 WIB
X