Eriksen Henti Jantung, Diindikasi Efek Covid Subklinis

Red
- Minggu, 13 Juni 2021 | 12:49 WIB
DIBAYANGI: Gelandang Denmark, Christian Eriksen dibayangi pemain Finlandia dalam laga lanjutan Euro 2020. (Irish Mirror)
DIBAYANGI: Gelandang Denmark, Christian Eriksen dibayangi pemain Finlandia dalam laga lanjutan Euro 2020. (Irish Mirror)

LONDON, suaramerdeka.com - Dokter mengindikasi kemungkinan jaringan parut pada jantung Cristhian Eriksen efek dari Covid subklinis. 

“Jelas kita pernah terkena Covid. Beberapa pesepakbola mungkin memiliki infeksi Covid subklinis, yang mungkin mengakibatkan jaringan parut pada jantung,” kata Profesor Sanjay Sharma, mantan dokter Eriksen di Tottenham Hotspur, dilansir dari Mail. 

Prof Sharma yang juga konsultan ahli jantung untuk badan amal Cardiac Risk In The Young, mengatakan dia telah melakukan elektrokardiogram (EKG) tahunan dan pemeriksaan ultrasound pada Eriksen selama waktunya di Tottenham untuk mencari segala macam kelainan jantung.

Baca Juga: Ini Pesan Penting Jokowi untuk Ganjar Terkait Covid di Jateng

Pesepakbola yang kini bermain untuk klub Italia Inter Milan itu juga menjalani ‘tes latihan maksimal’ untuk mengungkap masalah apa pun seperti masalah otot jantung bawaan dan gangguan sinyal listrik di jantung.

“Sejak hari pertama kami mendatangkannya, adalah tugas saya untuk memeriksanya, dan kami mengujinya setiap tahun,” kata Prof Sharma.

“Jadi tentu saja tesnya hingga 2019 benar-benar normal tanpa ada kelainan jantung yang tampak. Setiap tahun dia diuji. Saya dapat menjamin itu karena saya yang melakukan tes.”

Baca Juga: Bicara Terkait Masuk dalam Kabinet Presiden Jokowi, Prabowo: Kita Rival di Suatu Kompetisi

Ketika mendengar bahwa Eriksen ambruk, Prof Sharma segera memeriksa kembali hasil tes pemain.

“Saya berpikir, Ya Tuhan? Apakah ada sesuatu di sana yang tidak kita lihat? Tetapi saya telah melihat semua hasil tes dan semuanya tampak sempurna.”

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Darurat Bisnis Hotel

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:27 WIB

Komunikator

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:17 WIB

Plasma Konvalesen Bukan Satu-Satunya Solusi

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:07 WIB
X